The 5th World Conference on Creative Economy
No: SP/WCCE/ID2/2026
Jakarta, 21 Oktober 2026 – World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 memperluas jangkauan dampak melalui pameran ekonomi kreatif bertajuk Creativillage di kawasan SCBD, Jakarta. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, membuka rangkaian acara Creativillage yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026.
"Melalui Creativillage, kita ingin menghadirkan best of the best dari Indonesia dan membuktikan kepada dunia bahwa pelaku industri kreatif kita sudah sekeren ini. Ini bukan sekadar pameran, tetapi langkah nyata untuk menemukan hidden gems di seluruh pelosok negeri sekaligus menggerakkan roda perekonomian bangsa,” ujar Irene Umar, Rabu (21/10).
Usai pembukaan, Wamen Ekraf mendampingi para delegasi dari berbagai negara untuk berkeliling meninjau langsung ragam inovasi serta karya terbaik anak bangsa yang ditampilkan. Creativillage sendiri mengusung semangat A Journey Through Indonesian Creative Economy yang berfokus pada tiga pilar utama, yaitu showcase, collaboration, dan promotion.
Ketiganya diwujudkan melalui pameran produk, aktivasi jenama, serta pengalaman interaktif yang memperkenalkan karya lintas subsektor kepada masyarakat luas sekaligus mempertemukan pelaku industri dengan calon investor dan mitra strategis. Sebagai wadah strategis, Creativillage bertujuan mengubah karya-karya kreatif menjadi eksposur, koneksi, peluang pasar, dan nilai ekonomi berkelanjutan.
Dalam penyelenggaraannya, Creativillage menerapkan pendekatan heksaheliks yang mengintegrasikan peran pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan agregator. Sinergi ini terbagi dalam tiga zona utama yaitu Village One bertempat di Ashta District 8, Village Two di MGP Space, dan WCCE Weekland di SCBD Park.
Masing-masing zona memberikan manfaat ekonomi langsung bagi para pelaku kreatif yang tampil. Salah satunya dirasakan oleh FUGUKU, brand fashion lokal berbasis teknik kerajinan tangan unik yang berpartisipasi di Village One. Melalui instalasi seni di Creativillage, FUGUKU memamerkan karya wearable art berbasis polyester daur ulang serta teknik jumputan yang melibatkan sekitar 70 perajin perempuan di Jabodetabek.
“Kami ingin memperlihatkan karakter FUGUKU yang penuh warna, ceria, dan playful melalui instalasi ini, sekaligus memperkenalkan pendekatan kami terhadap material berkelanjutan dan proses pembuatan secara handmade. Dan buat kami ajang seperti Creativillage memberikan kami panggung nyata untuk memperluas jangkauan brand,” ujar Rauf selaku Business Development Executive untuk FUGUKU.
Dampak positif serupa dirasakan oleh pengembang gim lokal Running Train, Rizky Nova asal Surabaya, yang memanfaatkan Creativillage sebagai sarana validasi karya dan perluasan jejaring industri. Gim simulator kereta api semi-arcade berlatar Nusantara dan Jepang ini mengusung visual fotorealistik untuk menghadirkan pengalaman masinis imersif.
“Menjadi bagian dari Creativillage membuat gim kami dicoba langsung oleh pengunjung maupun pemangku kepentingan internasional. Peluang ini sangat berharga untuk mendapatkan masukan, membangun kesadaran publik, serta membuka potensi kolaborasi dengan pemain industri global,” ungkap Rizky.
Masih banyak pegiat ekraf yang terlibat seperti Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI); perancang busana seperti Adrie Basuki, Amotyamsurimuda, Poppy Dharsono; jenama lokal seperti Akisa, Boemi, Bell Living Lab, hingga studio desain seperti Floorstudio di Village One. Sedangkan Village Two dihuni 10 mitra industri global dan nasional seperti Apple Academy, organisasi WIPO, UniPin, Visinema, Tencent, dan Shopee. Area ini menghadirkan aktivasi teknologi imersif, gim interaktif, hingga showcase musik.
Kemudian WCCE Weekland yang berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 memadukan bazar kreatif, instalasi seni, pertunjukan musik, dan ruang kolaborasi bagi komunitas. Selain berlangsung beriringan dengan konferensi utama WCCE pada 21–23 Oktober 2026, Creativillage juga menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Ekraf Nasional pada 24 Oktober 2026. Kementerian Ekraf mengajak masyarakat untuk hadir dan mengapresiasi karya serta inovasi para pelaku kreatif, sejalan dengan semangat WCCE 2026: Inclusively Creative: Collective Continuity.
"Pemerintah berupaya menjembatani agar pasar terbuka lebih luas, Karena Indonesia is not here just for Indonesia, tapi for a better world. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mendorong terciptanya transaksi, diplomasi, serta kolaborasi,” kata Wamen Ekraf.
Turut mendampingi Wamen Ekraf yaitu Sekretaris Kementerian Ekraf, Dessy Ruhati; Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Mohammed Ali Berawi; Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu; Staf Khusus Bidang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Data, Jago Anggara; serta Direktur Riset dan Manajemen Strategis, Agus Syarip Hidayat.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
Informasi lebih lanjut mengenai WCCE, kunjungi:
Website wcce.id dan ekraf.go.id/news
Instagram @wcceid
Event deck ekr.af/wccegeneraldeck
Media kit ekr.af/mediakitwcce2026
