The 5th World Conference on Creative Economy
No: SP/WCCE/ID1/2026
Jakarta, 21 Oktober 2026 - Friends of Creative Economy (FCE) Meeting 2026 menjadi forum bagi para perwakilan negara dan pemangku kepentingan ekonomi kreatif untuk merumuskan arah pengembangan ekonomi kreatif global. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada 21 Oktober 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) yang mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf
Pembahasan FCE Meeting 2026 berfokus pada empat isu strategis yang menjadi landasan penyusunan Jakarta Vision on Creative Economy. Keempat isu tersebut mencakup pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan untuk memperkuat kreativitas manusia, penerapan praktik sirkular dan regeneratif untuk mendukung keberlanjutan, pengembangan ekosistem kreatif yang inklusif dan memberdayakan masyarakat, serta perlindungan kekayaan intelektual untuk memastikan kreator memperoleh nilai ekonomi secara lebih adil.
“Saya berharap kita dapat menjadikan pertemuan ini sebagai ruang dialog kebijakan ekonomi kreatif, tempat kita berbicara secara terbuka, bertukar pengalaman, membahas kondisi dan masa depan ekonomi kreatif global, serta merumuskan langkah bersama untuk membawa Jakarta Vision ke tahap berikutnya. Pada akhirnya, Jakarta Vision bukanlah akhir dari percakapan kita. Visi ini harus menjadi fondasi bagi langkah-langkah kita selanjutnya,” ujar Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (21/10).
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf
Selain menjadi ruang dialog kebijakan, FCE Meeting 2026 juga membuka peluang yang lebih besar bagi para pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi internasional dan menentukan langkah lanjutan setelah WCCE. Jakarta Vision on Creative Economy diharapkan dapat menjadi landasan bagi penguatan posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global, termasuk melalui upaya mendorong pembahasan lebih lanjut di tingkat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dengan melibatkan 472 peserta dari 64 negara dan 7 organisasi internasional, FCE Meeting 2026 menjadi momentum untuk menghimpun dukungan internasional terhadap penyusunan Jakarta Vision on Creative Economy. Dukungan tersebut diharapkan menjadi modal kuat bagi pengajuan dokumen ini sebagai resolusi PBB, sekaligus mendorong ekonomi kreatif menjadi salah satu prioritas dalam agenda pembangunan global setelah berakhirnya periode Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) pada 2030.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf
“Dokumen yang kita sedang susun dengan judul Jakarta Vision on Creative Economy, berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk diusulkan masuk ke dalam UN resolution.
Agar ekonomi kreatif ini juga menjadi salah satu program prioritas pembangunan dunia pasca SDGs terakhir,” jelas Menteri Ekraf.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf
Nantinya, dokumen tersebut akan ditindaklanjuti dalam forum Ministerial Meeting WCCE. Proses ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa gagasan dan perspektif dari berbagai negara serta organisasi internasional dapat dirangkum menjadi visi bersama bagi pengembangan ekonomi kreatif global.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
Informasi lebih lanjut mengenai WCCE, kunjungi:
Website wcce.id dan ekraf.go.id/news
Instagram @wcceid
Event deck ekr.af/wccegeneraldeck
Media kit ekr.af/mediakitwcce2026
