Jakarta, 22 Oktober 2026 - Indonesia dan Singapura memantapkan kerja sama strategis untuk memperluas akses pasar global bagi UMKM kreatif, memperkuat ekosistem digital, serta mendorong ekspansi dan perlindungan Kekayaan Intelektual (Intelectual Property/IP) nasional. Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar dan Minister of State for Culture, Community and Youth Singapura, Baey Yam Keng, di sela-sela penyelenggaraan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10).
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
“Kami melihat Singapura sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif. Indonesia juga memiliki potensi kreatif yang sangat besar, dan Singapura memiliki jaringan global yang kuat. Melalui kemitraan ini, kita mempermudah para pelaku industri kreatif kedua negara untuk saling terhubung, berkolaborasi, dan menciptakan produk kreatif yang tidak hanya melestarikan budaya tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang berdampak nyata,” ujar Wamen Ekraf.
Kerja sama ekonomi kreatif Indonesia dan Singapura berfokus pada promosi konten di ruang publik strategis, penetrasi cabang kuliner lokal, hingga perluasan akses pasar bagi UMKM dari 17 subsektor ekraf. Salah satu bentuk konkret kolaborasi ini tercermin dalam showcase MASA Singapore 2026 pada 2 Juli–10 Agustus 2026 di Takashimaya dan Gardens by the Bay, yang menampilkan lebih dari 80 merek dan kreator nasional di bidang fesyen, kriya, desain, seni, musik, hingga kuliner.
Ke depan, kedua pihak menjajaki sejumlah langkah strategis, termasuk penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang ekonomi kreatif bersama Kementerian Ekraf, penyediaan akses penayangan konten kreatif Indonesia di ruang publik Singapura, serta fasilitasi ekspansi IP lokal dari subsektor gim hingga kriya.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
"Pemerintah hadir sebagai jembatan untuk memangkas hambatan komunikasi dan membangun rasa saling percaya antara pelaku kreatif Indonesia dan Singapura. Dengan menggabungkan keahlian serta kekayaan budaya kedua negara, kita dapat menciptakan inovasi baru—mulai dari kriya hingga pengembang gim—yang siap bersaing di pasar global,” ujar Wamen Ekraf.
Minister of State Baey Yam Keng menyambut positif penguatan hubungan bilateral ini dan mengapresiasi peran aktif Indonesia dalam memimpin diplomasi ekonomi kreatif kawasan, khususnya dalam menyambut 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura pada 2027.
“Singapura berkomitmen untuk mendukung penguatan ekosistem kreatif di kawasan. Kami ingin hubungan ini terjalin lebih dalam agar kedua pihak dapat saling memahami, sekaligus memfasilitasi ruang perjumpaan, pertukaran ide, dan kolaborasi yang nyata,” ujar Baey Yam Keng.
Turut mendampingi Wamen Ekraf dalam pertemuan yaitu Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi; Direktur Televisi dan Radio Radi Manggala; serta Tim Ahli Bidang Regulasi dan Kelembagaan, Dahana Esha Putra.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif



