Jakarta, 22 Oktober 2026 - Indonesia dan Republik Islam Iran menjajaki penguatan kerja sama ekonomi kreatif, mulai dari pengembangan animasi dan gim hingga produksi film bersama, kerajinan tradisional, dan investasi industri kreatif. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan talenta, serta perluasan akses pasar bagi pelaku kreatif kedua negara.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Peluang kerja sama tersebut dibahas Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, dalam pertemuan bilateral dengan Deputy of Vice President for Science, Technology and Knowledge-Based Economy Republik Islam Iran, Dr. Esfandiar Ekhtiyari Kasnaviyeh Yazd, di sela-sela The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta. Pertemuan ini turut dihadiri Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.
Wamen Ekraf menilai Iran memiliki potensi sebagai mitra strategis, terutama dalam pengembangan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan industri kreatif. Keberadaan lebih dari 2.500 perusahaan ekonomi kreatif di Iran juga menjadi salah satu peluang untuk memperluas kolaborasi kedua negara.
“Kami melihat Iran sebagai mitra strategis dengan potensi besar, khususnya dalam pengembangan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan serta keberadaan lebih dari 2.500 perusahaan ekonomi kreatif di Iran. Melalui sinergi ekonomi kreatif dan budaya, kita dapat membuka ruang kerja sama, sekaligus memperkuat posisi negara-negara Global South di panggung global,” ujar Irene.
Sejumlah peluang kolaborasi yang dibahas mencakup subsektor film, animasi, video, dan gim; pengembangan kerajinan tradisional (crafts) dan fesyen modest; riset ekonomi kreatif serta jejaring antartalenta kreatif kedua negara.
Indonesia juga membuka peluang penyusunan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk memberikan landasan bagi kerja sama yang lebih terarah. Salah satu bidang yang berpotensi dikembangkan ialah animasi, seiring pertumbuhan subsektor tersebut di Indonesia.
Mewakili Pemerintah Iran, Esfandiar menyambut positif peluang penguatan kerja sama tersebut. Ia juga mengapresiasi peran aktif Indonesia dalam diplomasi ekonomi kreatif di tingkat global.
Hubungan Iran dan Indonesia adalah hubungan yang mendalam, bersejarah, serta berakar pada kebudayaan. Industri kreatif memiliki posisi khusus di negara kami, dan kami siap membagikan seluruh pengalaman yang kami miliki di bidang ini untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia,” ujar Esfandiar.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya kedua negara memanfaatkan kedekatan hubungan budaya untuk membangun kolaborasi ekonomi kreatif, sekaligus memperluas kontribusi negara-negara Global South dalam perkembangan industri kreatif dunia.
Turut mendampingi Wamen Ekraf dalam pertemuan tersebut, Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Danny Rahdiansyah.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
Informasi lebih lanjut mengenai WCCE, kunjungi:
Website wcce.id dan ekraf.go.id/news
Instagram @wcceid
Event deck ekr.af/wccegeneraldeck
Media kit ekr.af/mediakitwcce2026
Youtube Official WCCE Channel - Inclusively Creative
