The 5th World Conference on Creative Economy
No: SP/WCCE/ID/2026
Kementerian Ekraf Luncurkan Tiga Inisiatif Strategis di WCCE 2026
Jakarta, 23 Oktober 2026 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) meluncurkan tiga inisiatif strategis dalam rangkaian The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Ketiganya mencakup Creative Economy Data Model (CEDM) bersama World Intellectual Property Organization (WIPO), Indonesia Creative Economy Outlook 2026-2027 bersama Katadata, serta Ekraf Academy sebagai platform nasional pengembangan talenta ekonomi kreatif.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan kebijakan berbasis bukti, pemetaan ekosistem yang komprehensif, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Ketiga inisiatif tersebut diharapkan dapat menerjemahkan potensi ekonomi kreatif menjadi peningkatan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan pegiat kreatif.
“Potensi ekonomi kreatif harus didukung data yang kuat untuk memahami ekosistem, mengidentifikasi kesenjangan, dan mengarahkan kebijakan yang lebih tepat. Melalui inisiatif kolaboratif ini, kita ingin memastikan bahwa pengetahuan dan data dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata bagi pengembangan ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Menteri Ekraf di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (23/10).
Berdasarkan paparan Indonesia Creative Economy Outlook 2026-2027 dalam rangkaian WCCE 2026, sektor ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 mencatat pertumbuhan sekitar 6,8 persen, menyerap 27,4 juta tenaga kerja, dan menghasilkan ekspor senilai USD31,9 miliar. Capaian ini menjadi landasan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan memperkuat komersialisasi kekayaan intelektual.
Menteri Ekraf menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif perlu diikuti kemampuan pegiat kreatif untuk memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar dari karya mereka. Karena itu, pelindungan dan komersialisasi kekayaan intelektual, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi kreatif nasional.
“Pertumbuhan saja tidak cukup. Kita ingin para kreator memperoleh nilai yang lebih besar dari karya dan kreativitasnya, sekaligus membangun mata pencaharian yang berkelanjutan. Jadi, pengembangan talenta, penguatan kekayaan intelektual, akses pembiayaan, dan perluasan pasar harus berjalan bersama,” jelas Menteri Ekraf.
Dalam kesempatan yang sama, Sacha Wunsch-Vincent dari World Intellectual Property Organization (WIPO), melalui pesan video, menekankan pentingnya menindaklanjuti hasil kajian dengan kebijakan dan implementasi berkelanjutan. Laporan dan pemeringkatan, menurutnya, akan memberikan dampak apabila digunakan untuk memperbaiki kebijakan, memperkuat koordinasi antarkementerian, serta memantau kemajuan secara berkala.
Pengembangan Creative Economy Data Model di Indonesia menjadi bagian dari upaya membangun pendekatan pengukuran ekosistem ekonomi kreatif. Model ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kekuatan dan kesenjangan, sekaligus menentukan prioritas intervensi yang diperlukan.
Selain meluncurkan ketiga inisiatif tersebut, Kementerian Ekraf menandatangani nota kesepahaman dengan 30 perguruan tinggi dan satu komite ekonomi kreatif. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia, riset, serta dukungan terhadap pengembangan dan komersialisasi usaha kreatif. Kolaborasi pemerintah, akademisi, industri, komunitas, lembaga keuangan, dan media diharapkan memperluas kontribusi ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Rangkaian kegiatan WCCE 2026 juga ditandai dengan peluncuran Ekraf Academy, platform nasional yang dirancang untuk mendukung pengembangan talenta ekonomi kreatif melalui pembelajaran luring, daring, dan hibrida. Platform ini memiliki tiga pilar utama, yaitu creative leadership untuk memperkuat ekosistem daerah, creative talent untuk meningkatkan kompetensi, serta creative entrepreneurship untuk membantu pelaku usaha kreatif berkembang dan menjangkau pasar global.
Melalui rangkaian WCCE 2026, Kementerian Ekraf mendorong hasil kolaborasi internasional dan pertukaran pengetahuan agar dapat diterjemahkan menjadi program nyata bagi pegiat kreatif. Integrasi data, riset, pendidikan, pengembangan talenta, dan penguatan kekayaan intelektual diharapkan mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus menunjang implementasi Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
Informasi lebih lanjut mengenai WCCE, kunjungi:
Website wcce.id dan ekraf.go.id/news
Instagram @wcceid
Event deck ekr.af/wccegeneraldeck
Media kit ekr.af/mediakitwcce2026
