The 5th World Conference on Creative Economy
No: SP/WCCE/ID/2026
Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Daerah Lewat 10 Manifesto Ekraf di WCCE 2026
Kementerian Ekraf Dorong Aspirasi Lokal ke Panggung Dunia Melalui Rangkaian WCCE 2026
Puncak WCCE 2026: Kementerian Ekraf Dorong 10 Manifesto Suara Daerah Penetrasikan Pasar Global
Jakarta, 23 Oktober 2026 – Suasana hangat penuh gagasan mewarnai hari ketiga The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10). Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, hadir menyapa para pelaku industri dalam Creative Sessions Sesi 2 yang diselenggarakan bersama Indonesia Creative Cities Network (ICCN) sebagai wadah strategis dalam menyatukan gagasan serta potensi ekonomi kreatif dari seluruh pelosok Nusantara.

Penyampaian Suara Ekraf Indonesia bertajuk 'Suara Ekraf Indonesia: From Voice to Action' dikemas melalui sajian teatrikal kreatif lintas subsektor seni yang memadukan puisi, film, musik, dan orasi. Pembukaan diawali Opening Cinematic 'Indonesia, Dengarkan' yang memperdengarkan suara dari daerah berlatar nyala peta Indonesia di auditorium, disusul pembacaan puisi 'Dari Daerah Kami Bersuara' oleh Irfan Maulana asal Aceh. Suasana kian menggugah saat penayangan Cinematic Film durasi 12 menit karya insan kreatif Kota Malang yang merangkum potensi, tantangan, serta harapan pengembangan ekonomi kreatif daerah.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi Live Voices 'Satu Daerah, Satu Suara' yang menghadirkan perwakilan daerah, yakni Johanna Kristina Naomi Kamesrar (Provinsi Papua Barat Daya) dan Miswar Ibrahim Njong (Aceh), untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Selanjutnya, sesi ICCN Network, Platform, Voice menampilkan perjalanan 12 tahun ICCN, peluncuran situs resmi iccn.or.id, serta pemaparan isu strategis yang mencakup penguatan talenta, perluasan akses pasar, pelindungan Kekayaan Intelektual (IP), skema pembiayaan, penyediaan infrastruktur, hingga penyusunan regulasi.
Puncak acara ditandai dengan Hero Moment, yaitu Penyerahan Dokumen Manifesto Suara Ekraf dari Daerah 2026 oleh Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, kepada Menteri Ekraf. Dokumen yang dihimpun dari 277 kota dan kabupaten kreatif di 35 provinsi seluruh Indonesia ini merumuskan 10 Manifesto Suara Ekonomi Kreatif Indonesia (Dari Daerah untuk Dunia):
1. Inovasi Berbasis Sumber Daya Lokal adalah Keunggulan yang Tak Tertandingi.
2. Ekonomi Kreatif adalah Jalan Nyata menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG).
3. Pelaku Kreatif Informal Harus Diakui, Dilindungi, dan Difasilitasi.
4. Intermediary dan Agregator adalah Tulang Punggung Ekosistem Ekonomi Kreatif.
5. Inklusivitas dalam Ekonomi Kreatif Membuka Keterlibatan Pelaku dari Seluruh Kalangan.
6. Transformasi Digital adalah Akselerator Ekonomi Kreatif Daerah.
7. Data dan Indeks Ekonomi Kreatif Daerah adalah Fondasi Kebijakan.
8. Regulasi dan Kelembagaan Daerah sebagai Komitmen Negara yang Mendesak.
9. Ekosistem Hexa Helix: Sinergi yang Tidak Bisa Diwakilkan.
10. Suara Daerah Harus Membentuk Agenda Global.
Menteri Ekraf memberikan apresiasi tinggi kepada ICCN yang selama satu dekade menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekonomi kreatif berbasis daerah sekaligus menyukseskan gelaran WCCE 2026.
"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, ekonomi kreatif adalah mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah untuk mendorong pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan. Di sini, komunitas bukan sebagai objek, tetapi sebagai subjeknya, yang paham peluang dan tantangan, serta sadar bahwa keberhasilan hanya bisa dicapai melalui kolaborasi, bukan berjuang sendiri,” ujar Teuku Riefky dalam sambutannya pada sesi Response: Indonesia Mendengar.
Sinergi yang terbangun dalam gelaran ini merupakan tindak lanjut intensif atas kerja sama antara Kementerian Ekraf dan ICCN yang telah dirintis sejak 21 Maret 2025. Hubungan kemitraan tersebut kemudian diformalkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 1 Juli 2026, yang dilanjutkan dengan pembahasan mendalam mengenai kolaborasi pelaksanaan WCCE pada 16 September 2026.
Kolaborasi ini secara konsisten menerapkan pendekatan hexahelix yang mengintegrasikan enam unsur utama: akademisi, asosiasi, lembaga keuangan, media, pelaku bisnis, dan pemerintah. Pendekatan komprehensif tersebut ditempatkan sebagai fondasi utama untuk menggerakkan roda ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Terima kasih atas aspirasi, pengorbanan, dan spirit ICCN selama ini. Kita mempunyai ruang dan kesempatan yang sangat besar selama kita kompak, dan Kementerian Ekonomi Kreatif siap berkolaborasi dengan ICCN di seluruh Indonesia,” ujar Menteri Ekraf.
Sementara itu, Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, menyampaikan bahwa ekonomi kreatif di Indonesia tidak hanya memiliki potensi yang luar biasa, tetapi juga dipenuhi keberagaman yang menarik, dan hal itu tidak hanya ada di satu daerah, melainkan di setiap daerah di Indonesia.
"Konferensi WCCE tingkat dunia ini merupakan momentum yang berharga dan memiliki posisi yang strategis, karena melalui konferensi yang diikuti oleh berbagai negara ini kita bisa menyuarakan potensi ekonomi kreatif yang ada di seluruh daerah Indonesia," ungkapnya.
Di penghujung acara, Menteri Ekraf dan seluruh perwakilan daerah untuk menyanyikan lagu Nusantara Raya bersama-sama. Dam pertunjukan teatrikal kreatif ini menjadi persembahan ICCN dalam menyambut Hari Ekraf Nasional yang akan diperingati pada tanggal 24 Oktober 2026.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
Informasi lebih lanjut mengenai WCCE, kunjungi:
Website wcce.id dan ekraf.go.id/news
Instagram @wcceid
Event deck ekr.af/wccegeneraldeck
Media kit ekr.af/mediakitwcce2026
