The 5th World Conference on Creative Economy
Menteri Ekraf Ajak ICCN Perkuat Ekosistem Kreatif Daerah hingga Pasar Global
Menteri Ekraf Ajak ICCN Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global Melalui AI
Kementerian Ekraf Gandeng ICCN Akselerasi Rindekraf Lewat Inovasi Super Apps
Kementerian Ekraf Usung Creative by Indonesia Guna Angkat Pahlawan Lokal Dunia
Jakarta, 25 Oktober 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, memperkuat sinergi strategis bersama Indonesia Creative Cities Network (ICCN) guna mengakselerasi pengembangan pelaku ekonomi kreatif dari tingkat daerah hingga menembus pasar global. Komitmen ini disampaikan Menteri Ekraf saat menghadiri ajang Indonesia Creative Connect 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional ICCN.
Langkah kolaboratif ini menjadi tindak lanjut nyata dari 10 poin Manifesto Ekonomi Kreatif Daerah hasil World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Sinergi ini dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat daerah.
“Ada beberapa kolaborasi yang ingin kita lanjutkan bersama ICCN. Pertama, implementasi Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif Nasional atau Rindekraf yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto. Kedua, melalui semangat Creative by Indonesia, kita bersama-sama mencari pahlawan lokal dan jenama lokal untuk didorong ke tingkat nasional, kemudian dikurasi agar dapat menembus pasar global,” ujar Menteri Ekraf saat menghadiri ICCN 2026, di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Minggu (25/10).
Dalam kesempatan tersebut, Teuku Riefky mengapresiasi jangkauan jejaring ICCN yang kini menaungi 277 forum komunitas kreatif di berbagai kabupaten/kota. Jaringan luas ini dinilai memiliki peran vital dalam mengidentifikasi potensi lokal, memfasilitasi interaksi antar-pelaku industri kreatif, serta mengawal program pengembangan berbasis karakteristik wilayah.
“Kami mengajak ICCN untuk terus terlibat secara aktif dalam berbagai upaya tersebut. Terima kasih kepada ICCN dan seluruh jejaring lokal yang telah bekerja untuk mengembangkan ekonomi kreatif di daerah. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar ekonomi kreatif Indonesia semakin maju,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, ICCN memperkenalkan Super Apps 2.0, sebuah platform terintegrasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan marketplace layanan. Didukung asisten AI bernama Ganusa, platform ini mempermudah pelaku dari 17 subsektor ekonomi kreatif seperti musik, seni pertunjukan, hingga kriya untuk menemukan mitra strategis, pengembang acara, hingga jaringan distribusi. Platform ini juga mengintegrasikan program Ekraf Academy serta mendukung sistem Single Sign-On (SSO) layanan pemerintah untuk memperkuat kedaulatan data ekonomi kreatif nasional.
Ketua Umum ICCN, TB Fiki C. Satari dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ekraf atas dukungan terhadap rangkaian kegiatan organisasi, termasuk Indonesia Creative Connect 2026. ICCN menegaskan bahwa penguatan jejaring komunitas kreatif membutuhkan kerja berkelanjutan melalui pengembangan infrastruktur, sistem pengelolaan data, serta keterhubungan program agar potensi daerah dapat berkembang dan menjangkau industri maupun pasar.
“Bulan ini juga bertepatan dengan Oktoberkreasi, sejatinya ICCN hari ini sudah terhubung dengan 277 forum lintas komunitas kreatif di kabupaten/kota dengan masing-masing entitas yang mandiri. Ada 38 Korda (koordinator daerah) yang sudah menaungi kita, dan harus terus menjahit sinergi kreativitas seperti yang disampaikan pak Menteri. Apa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk nyata bagaimana pemerintah memperhatikan jejaring komunitas kreatif serta mendukung ekonomi kreatif menjadi the new engine of growth,” ujarnya.
Selain mempermudah akses informasi dan layanan, Super Apps 2.0 dirancang untuk memperkuat kedaulatan data ekonomi kreatif nasional sekaligus mendorong kolaborasi yang lebih efektif antara pelaku, komunitas, dan pemerintah daerah. Dengan lebih dari 1.800 pendaftar sebelum peluncuran awal (pre-launch), inisiatif ini diharapkan menjadi fondasi digital yang menghubungkan potensi ekonomi kreatif daerah dengan peluang kolaborasi dan pengembangan bisnis di tingkat nasional maupun global.
Turut hadir dalam acara tersebut Sejumlah Bupati, CEO KEK Singhasari David Santoso, serta Perwakilan daerah ICCN. Menteri Ekraf didampingi sejumlah Esselon I dan II Kementerian Ekraf.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
Informasi lebih lanjut mengenai WCCE, kunjungi:
Website wcce.id dan ekraf.go.id/news
Instagram @wcceid
Event deck ekr.af/wccegeneraldeck
Media kit ekr.af/mediakitwcce2026
