Siaran Pers WCCE 2026: Poke Wayang Pikat Delegasi WCCE 2026 lewat Perpaduan Wayang Kulit dan Pokémon

Kemenekraf/Bekraf RIMinggu, 25 Oktober 2026
Siaran Pers WCCE 2026: Poke Wayang Pikat Delegasi WCCE 2026 lewat Perpaduan Wayang Kulit dan Pokémon

The 5th World Conference on Creative Economy

Poke Wayang Pikat Delegasi WCCE 2026 lewat Perpaduan Wayang Kulit dan Pokémon

Jakarta, 25 Oktober 2026 - Poke Wayang resmi diluncurkan pada acara pembukaan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (22/10).

Pertunjukan ini memadukan seni wayang kulit tradisional Indonesia dengan karakter dan musik dari gim Pokémon sebagai bentuk inovasi seni pertunjukan yang mempertemukan kekayaan budaya lokal dengan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) global.

Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari Press Conference: Future Plans for Indonesia 2026-2027 yang digelar di The St. Regis Jakarta pada 14 September 2026 dan dihadiri Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan IP global untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada khalayak internasional.

Dalam pementasannya, Poke Wayang menghadirkan wayang kulit berbahan kulit kerbau yang diiringi aransemen musik orisinal Pokémon menggunakan instrumen gamelan. Kolaborasi The Pokémon Company dengan seniman lokal Indonesia ini dirancang untuk mendekatkan seni tradisional kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Poke Wayang membawakan lakon berjudul Hutan Tanpa Selamat Pagi karya Toda Akihito. Cerita tersebut mengisahkan petualangan Pikachu dan sejumlah karakter Pokémon lainnya dalam menghadapi berbagai rintangan di sebuah hutan. Melalui kisah ini, pertunjukan mengangkat pesan tentang pentingnya kerja sama dan saling mendukung dalam menghadapi tantangan yang tidak dapat diselesaikan sendirian.

Toda Akihito mengungkapkan rasa bangganya karena dapat terlibat dalam pengembangan cerita baru untuk seni wayang kulit Indonesia yang memiliki sejarah panjang. Dalam video peluncuran Poke Wayang, ia menceritakan tantangan yang dihadapinya saat dipercaya menggarap kisah tersebut.

“Dipercaya untuk membuat cerita baru tentang wayang kulit yang kaya akan sejarah sejak ribuan tahun, saya menyadari besarnya tanggung jawab itu. Tangan saya sempat berhenti mengetik saat saya menulis cerita ini. Senang sekali membayangkan kami menjadi wayang dan membuat semua orang tersenyum. 'Ayo, lanjutkan menulis.' Seolah mendapat dorongan tanpa suara dari para Pokémon, saya pun berhasil menyelesaikan cerita ini dan menyambut pagi dengan lega. Selamat pagi! Saya merasa bangga dapat menjadi bagian dari proyek yang luar biasa ini. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak di Indonesia dan Jepang yang telah terlibat. Terima kasih,” ujar Toda Akihito.

Selain menghadirkan perpaduan budaya Indonesia dan Jepang, Poke Wayang juga membawa pesan tentang kerukunan dalam keberagaman. Dalang Ki Wahyu Dunung Raharjo menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut menunjukkan bagaimana karakter budaya populer Jepang dapat berpadu dengan pakem tradisi Jawa secara harmonis.

Semangat kolaborasi itu juga disampaikan Ketua Umum SENAWANGI Bambang Soelistyo. Ia menilai Poke Wayang dapat menjadi salah satu cara untuk mendekatkan masyarakat dengan seni pewayangan sekaligus memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada generasi baru.

“Wayang ini merupakan kebanggaan kita bersama. Dan ini adalah hasil karya kolaborasi luar biasa budaya Indonesia dengan dengan Pokemon. Yuk kenali budaya Indonesia lebih dekat bersama Poke Wayang,” ujar Bambang dalam video peluncuran Poke Wayang.

Pengembangan Poke Wayang melalui proses perancangan dan produksi yang panjang, termasuk diskusi intensif selama hampir satu tahun bersama Kementerian Ekraf, Kementerian Kebudayaan, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Kolaborasi lintas pihak ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan media pengenalan budaya yang dekat dengan keseharian anak-anak tanpa meninggalkan nilai tradisi.

Kerja sama ini juga melanjutkan rekam jejak kolaborasi Pokémon dengan Indonesia, antara lain melalui kehadiran Pikachu pada livery pesawat Garuda Indonesia, karakter Pikachu berbatik, serta kolaborasi musik bersama penyanyi dangdut Happy Asmara melalui lagu dan gerakan Goyang HEPIKA. Poke Wayang memperluas bentuk kolaborasi tersebut ke ranah seni pertunjukan tradisional bersama Ki Wahyu Dunung Raharjo dari Sahabat Wayang.

Melalui peluncuran di WCCE 2026, Poke Wayang menunjukkan potensi kolaborasi antara IP global dan seni tradisional dalam memperluas jangkauan budaya Indonesia. Inisiatif ini juga membuka peluang pengembangan ekosistem ekonomi kreatif melalui inovasi pertunjukan, perluasan kemitraan, dan penciptaan peluang ekonomi yang tetap berpijak pada pelestarian warisan budaya.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Informasi lebih lanjut mengenai WCCE, kunjungi:

Website wcce.id dan ekraf.go.id/news

Instagram @wcceid

Event deck ekr.af/wccegeneraldeck

Media kit ekr.af/mediakitwcce2026