Siaran Pers WCCE 2026: Semarak Hari Ekraf Nasional Lewat OktoBersinema Dukung Sineas Lokal

Kemenekraf/Bekraf RISabtu, 24 Oktober 2026
Siaran Pers WCCE 2026: Semarak Hari Ekraf Nasional Lewat OktoBersinema Dukung Sineas Lokal

The 5th World Conference on Creative Economy

Semarak Hari Ekraf Nasional Lewat OktoBersinema Dukung Sineas Lokal

OktoBersinema 2026, Kementerian Ekraf Yakini Pertumbuhan Film Indonesia

Hari Ekraf Nasional 2026, Kementerian Ekraf Gelar Nonton Bareng Bertajuk OktoBersinema

Jakarta, 24 Oktober 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui gelaran OktoBersinema, program nonton bareng yang diusung dalam rangka memperingati Hari Ekraf Nasional 2026. Inisiatif ini hadir sebagai momentum mengapresiasi karya sineas lokal sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam mendukung film Indonesia di bioskop.

“Ekonomi kreatif bukan hanya tentang nilai ekonomi, tetapi juga tentang karya yang mampu menyentuh hati, membangun kedekatan, dan menyampaikan pesan bermakna kepada masyarakat. Di balik sebuah film, ada kerja keras dan kolaborasi banyak pihak seperti penulis, sutradara, aktor, kru produksi, hingga para pegiat usaha pendukung yang membuat ekosistem ekraf tetap berjalan dengan sangat baik,” ungkap Sekretaris Kementerian Ekraf/Sekretaris Utama Badan Ekraf, Dessy Ruhati sebelum pemutaran film yang berlangsung di Cinepolis Lippo Mall Nusantara, Jakarta pada Sabtu (24/10).

Sektor perfilman Indonesia menunjukkan akselerasi yang signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) subsektor film, animasi, dan video mencapai 17,59 persen pada 2025 menjadikannya salah satu subsektor dengan laju pertumbuhan tertinggi di industri kreatif. Optimisme ini diperkuat oleh data Kementerian Kebudayaan per Oktober 2026, yang mencatat angka kunjungan penonton bioskop di seluruh Indonesia telah menembus 80,6 juta orang.

“Mari kita terus memberikan ruang bagi semua karya-karya sineas Indonesia untuk tumbuh berkembang dan menjangkau lebih banyak penonton. Ketika kita menonton film Indonesia, kita bukan hanya mengapresiasi sebuah karya, tetapi juga memperkuat industri perfilman dan memajukan ekonomi kreatif nasional,” jelas Dessy Ruhati.

Adapun 2 film Indonesia yang diputar dalam OktoBersinema yaitu Film Empat Musim Pertiwi dan Film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu. Pemutaran film secara gratis ini juga menjadi bentuk komitmen akselerasi pengembangan industri film nasional sebagai wadah penguatan apresiasi secara berkesinambungan.

Film Empat Musim Pertiwi menjadi perwakilan film Indonesia yang sedang menjalani tahap seleksi untuk kategori International Feature Film di Oscar 2027. Sebelumnya, film yang disutradarai Kamila Andini ini juga telah menembus berbagai festival film internasional seperti Toronto International Film Festival (TIFF) 2026, Busan International Film Festival (BIFF) 2026, Tokyo International Film Festival 2026, dan Singapore International Film Festival (SGIFF) 2026.

Sementara film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu berhasil menjadi film Indonesia ke-18 yang menembus angka 1 juta penonton per Oktober 2026. Dengan catatan data Cinepoint berada pada angka 1.249.281 penonton. Film drama keluarga yang disutradarai Herwin Novianto ini menghadirkan refleksi tentang makna keluarga yang penuh kasih ibu dan hubungan antar individu dengan hal-hal sederhana yang berharga.

Dengan geliat pertumbuhan film nasional, apresiasi penonton terhadap film Indonesia menjadi salah satu bagian penting dalam memperluas jangkauan karya, memperkuat ekosistem perfilman, serta mendorong keberlanjutan industri kreatif. Salah satu penonton, Suaebah dari Kota Bekasi, mengaku tersentuh dengan cerita yang dihadirkan dalam film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?. Ia menilai film tersebut menggambarkan besarnya kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, termasuk perjuangan seorang ibu tunggal dalam mendidik dan mewujudkan harapan bagi masa depan anak.

“Filmnya cukup menarik dan mengena di hati. Film ini menggambarkan betapa besar cinta seorang ibu terhadap anaknya. Harapan saya, film Indonesia semakin berbobot, punya arti dan makna yang mendalam, serta mampu menyentuh hati penonton. Saya juga mengucapkan Selamat Hari Ekraf Nasional semoga ekonomi kreatif di Indonesia semakin mengedepankan kreativitas bangsa,” ucap Suaebah.

Turut mendampingi Sekretaris Kementerian Ekraf/Sekretaris Utama Badan Ekraf, Dessy Ruhati yaitu Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi; Staf Ahli Menteri Bidang Sistem Pemasaran dan Infrastruktur, Septriana Tangkary; Direktur Film, Animasi, dan Video, Doni Setiawan; Plt. Kepala Biro Umum, Indra Saputra Farhas; dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Ekraf, Siti Nurjanah. Hadir pula Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, R. Andika Dwi Prasetya; Ketua Perista Lemhanas RI, Rita Ace Hasan Syadzily; beserta anggota DWP Kementerian Ekraf dan ratusan pencinta film Indonesia.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif