Jakarta, 6 Maret 2026 - Kesuksesan Imlek Festival: Harmoni Imlek Nusantara menjadi fondasi strategis untuk membawa festival ini menuju panggung global. Imlek Festival pun telah resmi didaftarkan sebagai Intellectual Property (IP) event.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menghadiri acara pembubaran panitia Imlek Festival, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
“Kita semua sebenarnya berkontribusi untuk holding the space untuk dunia, di mana saat terjadi tensi yang tinggi di dunia, kita menyalakan lampu-lampu, lampion-lampion, dan kita sendiri menjadi lampion tersebut untuk dunia yang lebih baik,” ujar Wakil Menteri Ekonomi Ekonomi Kreatif sekaligus Ketua Panitia Imlek Festival Irene Umar saat menghadiri acara pembubaran panitia Imlek Festival di Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026.
Langkah membawa Imlek Festival sebagai IP event dirasa Wamen Ekraf Irene menjadi fondasi strategis untuk membawa festival ini menuju panggung global.
Menurutnya, festival tersebut dihadirkan sebagai panggung nasional yang menampilkan semangat kebersamaan Indonesia kepada dunia.
Dalam kesempatan itu, Wamen Ekraf Irene turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara yang berlangsung pada 22 Februari hingga 3 Maret 2026. Menurutnya, keberhasilan perhelatan tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai unsur yang saling berkolaborasi dalam menghadirkan perayaan yang inklusif dan bermakna.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf.
Berbagai aktivitas yang berlangsung, baik di panggung rakyat, panggung komunitas, maupun panggung utama, menjadi representasi kekayaan budaya serta kreativitas masyarakat. Acara Imlek Festival juga dihadirkan sebagai bagian dari kegiatan amal. Setelah rangkaian acara berakhir, berbagai kegiatan sosial akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk keberlanjutan dari semangat yang dibangun melalui perhelatan ini.
“Harapan dari kita kan dengan pencetusan ini roda ekonomi berkembang memberikan kesempatan ke semuanya dan keharmonisan antara semua. Kita berharap lewat tahun ini, kita menunjukkan bahwa Indonesia adalah sebuah destinasi untuk perayaan religi semua kalangan. Together, let's pray for the world,” tambahnya.
Sementara itu Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut perayaan Imlek tahun ini sebagai salah satu yang paling sukses dalam sejarah Indonesia. Menurutnya, keberhasilan tersebut terjadi karena rangkaian kegiatan tidak hanya berlangsung di kota besar, tetapi juga menjangkau berbagai daerah dan kalangan masyarakat.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf.
“Kemudian saya juga sampaikan, inilah Imlek yang paling sukses, paling istimewa dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, bahkan mungkin sepanjang sejarah Indonesia. Karena fenomenanya bukan hanya di Jakarta, tetapi juga di berbagai kota besar dan daerah lainnya. Bahkan di bulan Ramadan, di beberapa kota di Sulawesi, ada yang menyelenggarakan festival dan dimainkan juga di salah satu pondok pesantren di wilayah Sulawesi Selatan. Apa yang kita lakukan kemarin itu seolah-olah mengembalikan tradisi teologi masa lampau kita, dan ini harus berlanjut,” ungkap Nasaruddin.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
#nyamanbersama
