Tak Kenal Maka Tak Sayang, Kolaborasi UK-Indonesia ‘Connect Through Dance’ demi Ekraf Berkembang

Kemenekraf/Bekraf RISelasa, 9 Desember 2025
Tak Kenal Maka Tak Sayang, Kolaborasi UK-Indonesia ‘Connect Through Dance’ demi Ekraf Berkembang

Jakarta, 9 Desember 2025 — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mengapresiasi penyelenggaraan Celebrating UK–Indonesia Cultural Collaboration: The UK & Indonesia — Connect Through Dance. Program kolaborasi kreatif dan budaya antara Indonesia dan Inggris itu digelar pada 8–9 Desember 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, memberi sambutan pada penyelenggaraan Celebrating UK–Indonesia Cultural Collaboration: The UK & Indonesia — Connect Through Dance di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

“Hubungan kreatif kedua negara memiliki ruang kolaborasi yang terus berkembang. Dalam kunjungan kami ke Manchester dan London, kami melihat bagaimana karya kreatif Indonesia dari board game hingga musik dan performing arts mulai mendapat tempat dan perhatian di Inggris,” ujar Wamen Ekraf Irene pada Selasa, 9 Desember 2025.

Program ini menampilkan penayangan balet kontemporer Akram Khan’s Giselle dari English National Ballet (ENB), yang dipersembahkan sebagai bagian dari penguatan kolaborasi seni pertunjukan antara Inggris dan Indonesia. Penayangan tersebut dipadukan dengan karya tari Factory Devotion oleh Arif ‘One Legz’ (Indonesia) dan Lauren Russel (Inggris), yang menghadirkan eksplorasi artistik bertema inklusivitas, keberagaman, dan dialog budaya.

Kehadiran Wamen Ekraf Irene turut menyoroti dukungan pemerintah terhadap penguatan diplomasi kreatif yang mempererat hubungan kultural kedua negara sekaligus memperluas peluang kerja sama seni pertunjukan sebagai bagian dari the new engine of growth. Wamen Ekraf Irene Umar menekankan bahwa kolaborasi seni Indonesia–Inggris semakin membuka ruang ekonomi baru di berbagai subsektor kreatif, termasuk seni pertunjukan, musik, gim, dan produk kreatif digital.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Wamen Ekraf Irene menambahkan bahwa pertemuan budaya seperti Connect Through Dance merupakan bagian penting dari diplomasi kreatif yang memperkuat jejaring internasional pelaku ekraf.

“Di Indonesia ada ungkapan: tak kenal maka tak sayang. Ruang seperti ini membuat dua budaya saling mengenal, berkolaborasi, dan menciptakan peluang ekonomi baru. Terima kasih kepada British Council yang terus menghadirkan kolaborasi bermakna dan mendorong penguatan ekosistem kreatif melalui pendekatan hexahelix,” kata Wamen Ekraf Irene.

Summer Xia selaku Country Director British Council Indonesia dan Southeast Asia Lead menyampaikan bahwa kehadiran Giselle di Jakarta menjadi bagian dari perayaan 75 tahun English National Ballet dan komitmen Inggris untuk memperkuat pertukaran budaya dengan Indonesia.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

“Kami ingin menghadirkan karya istimewa ini di Indonesia, sekaligus menciptakan ruang bagi talenta Indonesia untuk merespons, berdialog, dan berkolaborasi dengan karya-karya dari Inggris,” ujar Summer.

Sementara itu Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menekankan bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat dan memperkuat hubungan budaya kedua negara.

“Dalam seni, kita tidak mencari perbedaan. Kita belajar, berkolaborasi, dan membangun harmoni. Pertunjukan Arif One Legz dan Lauren Russel hari ini membuktikan bahwa seni mampu melampaui batas,” ujar Giring.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Melalui program Connect Through Dance ini, Kementerian Ekraf memperkuat diplomasi kreatif, membuka peluang kolaborasi internasional, dan mendorong talenta seni Indonesia menembus jaringan global. Inisiatif ini juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing sektor seni pertunjukan sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat kreativitas regional.

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif
Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Subsektor Seni Pertunjukan
Potensi Kolaborasi
Seni Pemicu Ekonomi Kreatif
Kolaborasi Industri Kreatif
Kemenekraf/Bekraf

Postingan Terkait

gambar Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney
Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney

Jakarta, 14 Februari 2024 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kolaborasi strategis dengan berbagai institusi, termasuk PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat realisasi program-program ekonomi kreatif yang tepat sasaran sesuai arahan pemerintah pusat.

...
gambar Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali
Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali

Bali, 16 Februari 2025 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) berharap gelaran 5th Multilateral Naval Exercise Komodo 2025 (5th MNEK 2025) di Bali memberi dampak pada para perajin lokal. Tercatat lebih dari 50 pelaku ekonomi kreatif mengikuti kegiatan bertaraf internasional ini.

...
gambar Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025
Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025

Jakarta, 17 Februari 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, menjadi pembicara dalam salah satu sesi talkshow pada acara Future of Beauty Summit 2025 yang diinisiasi oleh Female Daily. Dalam kesempatan tersebut, Wamenekraf Irene memberikan apresiasi terhadap acara yang mencetuskan inovasi, solusi, dan kolaborasi untuk mendorong perubahan ekonomi kreatif yang memengaruhi perilaku konsumen masa kini dan masa depan.

...