Jakarta, 11 Juni 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu. Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama ekonomi kreatif Indonesia dan Korea Selatan, termasuk pembentukan High-Level Creative Industries Cooperation Committee serta penyusunan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) baru di bidang ekonomi kreatif.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu
“Indonesia dan Republik Korea memiliki semangat yang sama dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Keberhasilan Korea Selatan melalui gelombang budaya Korea atau Hallyu menjadi inspirasi sekaligus membuka peluang kolaborasi yang semakin luas. Dengan semakin kuatnya kemitraan strategis kedua negara, kami melihat peluang besar untuk mendorong co-production, pertukaran talenta, pengembangan gim digital, serta berbagai kerja sama berbasis teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi industri kreatif Indonesia dan Korea Selatan,” ujar Menteri Ekraf.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Republik Korea Lee Jae Myung pada 31 Maret 2026 yang meningkatkan status hubungan kedua negara menjadi Special Comprehensive Strategic Partnership. Peningkatan kemitraan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk di sektor ekonomi kreatif.
Sebagai implementasinya, Kementerian Ekraf tengah menyusun nota kesepahaman (MoU) baru yang akan menjadi payung kerja sama ekonomi kreatif Indonesia dan Korea Selatan, sekaligus mengakomodasi berbagai peluang kolaborasi lintas subsektor di masa mendatang.
MoU tersebut juga akan menjadi dasar pembentukan High-Level Creative Industries Cooperation Committee yang akan dipimpin bersama oleh Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan Minister of Culture, Sports and Tourism Republik Korea.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
“Kami sedang mempercepat penyusunan MoU baru yang akan menjadi fondasi penguatan kerja sama ekonomi kreatif Indonesia dan Korea Selatan. Melalui pembentukan High-Level Creative Industries Cooperation Committee, kami berharap berbagai peluang kolaborasi dapat segera diterjemahkan menjadi program-program konkret yang memberikan manfaat bagi pelaku industri kreatif kedua negara,” ujar Menteri Ekraf.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Ekraf juga mengundang Pemerintah Republik Korea beserta para pelaku industri kreatifnya untuk berpartisipasi dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada Oktober mendatang. Sebagai konferensi ekonomi kreatif terbesar di dunia yang digagas Indonesia, WCCE diharapkan menjadi ruang bagi kedua negara untuk memperluas jejaring, memperkuat kolaborasi, dan membuka peluang kemitraan baru di sektor ekonomi kreatif.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, menyambut baik upaya penguatan kerja sama ekonomi kreatif antara Indonesia dan Korea Selatan. Menurutnya, kedua negara memiliki peluang besar untuk memperluas kolaborasi melalui berbagai program yang berdampak langsung bagi pelaku industri kreatif.
“Kami melihat banyak peluang kerja sama dengan Indonesia, mulai dari film, pengembangan konten, pelatihan talenta dan tenaga ahli, hingga pertemuan bisnis secara berkala. Kami siap memperkuat kolaborasi agar kemitraan kedua negara dapat menghasilkan manfaat nyata bagi industri kreatif Indonesia dan Korea Selatan,” ujar Yoon Soon-gu.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
