Jakarta, 5 Juni 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menegaskan pentingnya membangun ekosistem yang mampu mengubah kreativitas menjadi nilai ekonomi berkelanjutan melalui pengelolaan Kekayaan Intelektual (IP). Hal tersebut disampaikannya dalam sesi panel Jakarta-Berlin Creative Collaboration pada Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (5/6).
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menjadi salah satu narasumber pada sesi panel Jakarta-Berlin Creative Collaboration pada Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (5/6/2026).
"Pekerjaan rumah kita saat ini adalah menjembatani praktik kreatif dengan ekonomi kreatif. Kreator perlu melihat karya mereka sebagai aset IP yang dapat dilindungi, dikembangkan, dan dikomersialisasikan melalui berbagai peluang bisnis seperti lisensi, merchandise, maupun adaptasi lintas media," ujar Irene.
Menurut Irene, Jakarta saat ini tengah berada pada momentum penting yang ditandai dengan tumbuhnya berbagai komunitas kreatif, lahirnya talenta-talenta baru, serta semakin banyaknya karya lokal yang mampu bersaing di tingkat global. Untuk memaksimalkan momentum tersebut, dibutuhkan ruang yang mempertemukan kreator dengan pasar, investor, dan jejaring internasional.
"Festival, komunitas, dan ruang kolaborasi menjadi infrastruktur penting bagi ekonomi kreatif. Dari ruang-ruang temu seperti inilah lahir peluang usaha, kerja sama lintas sektor, hingga akses menuju pasar global. Di sinilah Kementerian Ekraf hadir sebagai enabler dan connector bagi para pelaku ekonomi kreatif," kata Irene.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
Forum yang merupakan hasil kolaborasi antara AsiaBerlin dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan antara pelaku ekonomi kreatif Jakarta dan Berlin. Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut pembahasan kerja sama antara Kementerian Ekraf dan AsiaBerlin yang berlangsung pada Mei lalu, terutama dalam perluasan akses pasar internasional, pertukaran talenta kreatif, serta penguatan jejaring ekonomi kreatif kedua kota.
Selain sesi diskusi, acara ini menghadirkan Urban Green Goods Design Competition Presentation yang menampilkan karya para desainer dalam menciptakan maskot dan merchandise yang merepresentasikan identitas kreatif Jakarta dan Berlin sebagai kota kembar (sister city).
Director of Market Management visitBerlin, Ralf Ostendorf, menilai kemitraan kreatif antarkota memiliki peran penting dalam mendorong lahirnya inovasi dan peluang ekonomi baru.
"Kreativitas tumbuh ketika sebuah kota memberikan ruang bagi keberagaman, kolaborasi, dan inovasi. Melalui kemitraan Jakarta-Berlin, kami melihat peluang besar untuk mempertemukan talenta kreatif dari kedua kota dan menciptakan nilai bersama yang berdampak secara global," ujar Ralf.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
Salah satu bentuk nyata dari kemitraan tersebut diwujudkan melalui sesi Design Competition Pitching yang menghadirkan presentasi karya para finalis Urban Green Goods Design Competition. Kompetisi ini menjadi ruang bagi para desainer untuk mengembangkan karya berbasis cerita lokal sekaligus memperkuat pertukaran ide, kreativitas, dan perspektif antara Jakarta dan Berlin.
Sesi panel turut menghadirkan Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania dan AsiaBerlin Ambassador sekaligus CEO dan Co-Founder Hi Incubator, Daniel Tumewu. Melalui inisiatif ini, Kementerian Ekraf mendorong semakin banyak ruang temu yang mempertemukan kreator, industri, dan mitra internasional agar momentum kreatif yang tengah tumbuh di Jakarta dapat berkembang menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
