Wamen Ekraf Apresiasi Film "Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang" yang Tembus SIFF 2026

Kemenekraf/Bekraf RIJumat, 17 Juli 2026
Wamen Ekraf Apresiasi Film "Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang" yang Tembus SIFF 2026

Jakarta, 17 Juli 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengapresiasi keberhasilan film ‘Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang’ (My Own Last Supper) yang lolos ke Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026. Film kolaborasi Matta Cinema Production dan Ruang Basbeth Bercerita ini mengangkat isu dinamika keluarga Tionghoa-Indonesia yang pernah mengalami trauma identitas etnis dengan nuansa harmoni sosial.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (tengah), bersama Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (kanan), serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan (kiri), menghadiri preview screening film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang (My Own Last Supper) di XXI Agora Mall, Jakarta, Jumat (17/07/2026).

“Selamat atas pencapaian film Indonesia yang mengangkat kehidupan dari berbagai sisi anak, dewasa, dan orang tua dengan penyajian sinematik yang menarik. Dengan cerita yang berkualitas tentu film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang memiliki daya saing untuk menjangkau layar internasional,” ungkap Irene Umar usai preview screening di XXI Agora Mall, Jakarta, Jumat (17/7).

Senada dengan itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menilai film tersebut menghadirkan kisah keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus membawa pesan kemanusiaan yang universal sehingga memperkuat daya saing film Indonesia di panggung global.

“Film My Own Last Supper memiliki makna keluarga yang sangat mendalam. Penonton akan diajak mengikuti perjalanan hidup seseorang yang tidak mudah, tetapi harus mampu bertahan. Intinya, film ini akan mengingatkan kita untuk kembali kepada keluarga dan banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik dari dinamika keluarga yang disajikan,” tutur Isyana.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif

Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Wisnu Suryaning Adji yang diterbitkan Bentang Pustaka. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menilai kekuatan cerita film ini mampu menyampaikan nilai-nilai keluarga dan kemanusiaan secara menyentuh.

“Setelah menonton, kita bisa memahami konflik batin dari setiap personal yang ada dalam cerita ini. Ada orang tua yang sudah ditinggal oleh istrinya. Selain itu, bagaimana perasaan anak-anak dalam menghadapi situasi keluarga Tionghoa yang bergejolak,” tambah Veronica Tan.

Sementara itu, produser Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang, Nugroho Dewanto, menjelaskan bahwa film tersebut membingkai drama keluarga Tionghoa Indonesia sebagai cerminan kehidupan yang penuh nilai keberagaman dan kebersamaan. Meski mengalami trauma psikologi dan politik, tokoh utamanya mengajak penonton melihat sejarah kemanusiaan di Indonesia.

“Kami merasa penting membuat film ini karena ingin menunjukkan kehidupan keluarga Tionghoa-Indonesia sebagai sesuatu yang normal, hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang. Kami berharap film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang menjadi pengingat agar sejarah kelam yang pernah terjadi tidak terulang kembali dan masyarakat bisa melihat bahwa pada dasarnya kita semua sama,” harap Nugroho Dewanto.

Kementerian Ekraf terus berkomitmen memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui dukungan terhadap karya-karya orisinalitas, penguatan jejaring internasional, dan perluasan akses pasar global. Data BPS juga menyebut pertumbuhan ekraf tertinggi untuk subsektor film, animasi, dan video mencapai 17,59 persen pada tahun 2025.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif

“Kami mengajak masyarakat untuk menonton My Own Last Supper atau film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang sebagai wujud memberikan dukungan bagi perfilman Indonesia,” tutup Wamen Ekraf.

Dalam acara pemutaran terbatas ini, hadir pula Staf Khusus Bidang Penguatan Ekosistem Ekraf dan Data, Jago Anggara; Ketua Umum Eka Tjipta Foundation, Sekretaris Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, sekaligus CEO DAAI TV Indonesia, Hong Tjhin; produser film My Own Last Supper, Lyza Anggraheni; dan perwakilan pemain film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang yaitu Verdi Solaiman, Melissa Karim, serta Jessy Davita.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Irene Umar
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Subsektor Film, Animasi, dan Video
Kolaborasi Industri Kreatif
Kementerian Ekraf/Badan Ekraf RI