Wamen Ekraf Apresiasi Folkacommunal, Ajak Gen Z Pakai Wastra Indonesia

Kemenekraf/Bekraf RISenin, 10 Agustus 2026
Wamen Ekraf Apresiasi Folkacommunal, Ajak Gen Z Pakai Wastra Indonesia

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menerima audiensi Folkacommunal, platform yang menghubungkan brand lokal dan pelaku ekonomi kreatif dengan konsumen melalui berbagai pengalaman, baik secara online maupun offline. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem subsektor desain, fesyen, dan kriya berbasis komunitas.


Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (kanan), berdialog dengan CEO sekaligus Founder PT. Folkacommunal Kreasi Sukaria, Sara Tobing (kiri) saat menerima audiensi Folkacommunal di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Senin (10/08/2026).

Dalam audiensi, Wamen Ekraf mengapresiasi rencana Folkacommunal menghadirkan tiga event fesyen berbasis komunitas yang akan digelar di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan Pesta Folka pada 29–30 Agustus di Jakarta, dilanjutkan Pesta Folka pada 23–25 Oktober di Singapura, serta Sukaria Market pada 23–25 Oktober di Malaysia.

"Tentu ini perlu kolaborasi, dengan KBRI di sana (Malaysia-Singapura), media, pelajar, komunitas yang sudah ada. Kuncinya kerja sama. Kita meningkatkan public awareness sehingga market kita tidak hanya Indonesia tetapi Singapura dan Malaysia," ujar Irene di Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (10/8).

Wamen Ekraf juga mengingatkan pentingnya menceritakan intellectual property (IP) event sekaligus produk yang dihadirkan.


Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf

Pesta Folka merupakan festival yang mengangkat semangat dan budaya Nusantara dengan kemasan yang lebih segar dan relevan bagi generasi muda. Sukaria Market sendiri merupakan gelaran yang memadukan brand lokal, aktivitas kreatif, dan pengalaman tematik yang dirancang untuk menarik minat generasi muda, khususnya Generasi Z.

"Kalau cosplay itu dari Jepang, kita bikin misalnya Kebaya Play atau apa namanya silahkan. Ceritakan kebayanya seperti apa. Ini bagus karena memberikan ruang orang yang ingin dress up menjadi sebuah community based, orang butuh itu. Kalau komunitasnya sudah kuat itu nilai penting untuk sebuah event," jelasnya.


Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf

Sementara itu, CEO sekaligus Founder PT. Folkacommunal Kreasi Sukaria, Sara Tobing mengungkapkan, melalui kolaborasi lintas negara, perluasan pasar, dan kemitraan strategis, Folkacommunal ingin menciptakan peluang baru bagi brand lokal sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

"Setiap bikin event kita pasti ada pembedanya. Karena kita ingin orang datang dengan rasa yang baru. Maka dari itu kita punya tiga prinsip: feel, experience dan connection dengan tiga IP yaitu, Sukaria Market, Pesta Folka dan Trinkieland. Kita juga ingin memperkenalkan wastra Indonesia seperti kebaya kepada GenZ. Membantu mereka juga mencarikan style yang cocok seperti apa. Kita ingin mereka pede (percaya diri) menggunakan wastra Indonesia. Dan tahun ini kita mencoba go internasional," katanya.


Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf

Dalam audiensi ini, Wamen Ekraf didampingi Direktur Arsitektur dan Desain Kementerian Ekraf, Sabar Norma Megawati Panjaitan.

Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kolaborasi Industri Kreatif
Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
Ragam Subsektor Ekonomi Kreatif