Jakarta, 20 Mei 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, membahas kerja sama sektor penerbitan dan partisipasi Indonesia pada Frankfurter Buchmesse 2026 di Frankfurt am Main, Jerman bersama President & Director Frankfurter Buchmesse, Juergen Boos. Wamen Ekraf menegaskan kerja sama dengan Frankfurter Buchmesse menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem penerbitan nasional.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi Frankfurt Book Fair (FBF) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
“Industri penerbitan Indonesia memiliki kekuatan narasi yang kuat dan terus berkembang. Melalui Frankfurter Buchmesse, karya penulis Indonesia dapat memperoleh ruang distribusi yang lebih luas, sekaligus membuka peluang pengembangan hak cipta serta transformasi karya ke berbagai format kreatif. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual,” ujar Wamen Ekraf pada audiensi yang berlangsung di Autograph Tower, Rabu (20/5).
Wamen Ekraf juga menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional seperti Frankfurter Buchmesse memiliki peran penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor aktif dalam percakapan industri penerbitan global.
“Partisipasi Indonesia dalam Frankfurter Buchmesse juga menjadi momentum untuk memperluas koneksi industri penerbitan global yang lebih setara, sekaligus memperkuat posisi penulis dan pelaku kreatif nasional di ekosistem internasional,” ujar Wamen Ekraf.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Pemerintah mendorong perluasan kerja sama internasional melalui perdagangan hak cipta, program residensi, co-publishing, serta pengembangan adaptasi IP ke film, gim, dan platform digital. Di sisi lain, President & Director Frankfurter Buchmesse, Juergen Boos, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peran yang semakin diperhitungkan dalam industri penerbitan global.
“Indonesia memiliki kekuatan cerita dan kreativitas yang relevan bagi audiens global. Potensi kerja sama terbuka luas, baik dalam penerbitan buku maupun pengembangan hak kekayaan intelektual dan adaptasi lintas media,” ujar Juergen Boos.
Frankfurter Buchmesse merupakan pameran buku dan industri konten terbesar di dunia yang telah berlangsung sejak 1949 dengan tagline The World Capital of Ideas. Pada 2025, acara ini diikuti lebih dari 4.350 eksibitor dari 100 negara dan mencatat sekitar 238.000 pengunjung. Indonesia sendiri pernah menjadi Guest of Honour pada 2015 melalui tema ‘17.000 Islands of Imagination’ dan hingga kini terus berpartisipasi melalui paviliun nasional dengan fokus pada perdagangan hak cipta dan jejaring penerbitan.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Melalui partisipasi pada Frankfurter Buchmesse 2026 yang akan berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 di Frankfurt, Indonesia diharapkan dapat memperluas eksposur karya penulis Indonesia di tingkat internasional sekaligus memperkuat koneksi industri penerbitan nasional dengan mitra global.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
