Wamen Ekraf Bicara Pentingnya Perlindungan IP Jadi Fondasi Penguatan Ekonomi Kreatif

Kemenekraf/Bekraf RIJumat, 31 Oktober 2025
  Wamen Ekraf Bicara Pentingnya Perlindungan IP Jadi Fondasi Penguatan Ekonomi Kreatif

Jakarta, 31 Oktober 2025 - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar mengingatkan pentingnya kesadaran terhadap perlindungan hak kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) sebagai fondasi utama penguatan 17 subsektor ekonomi kreatif. Wamen Ekraf Irene juga menjelaskan peran Kementerian Ekraf sebagai fasilitator dan penghubung antar-subsektor kreatif untuk memastikan ekosistem industri berjalan secara terpadu.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menjadi pembicara dalam talkshow bertajuk Stories That Move Nations: Content Industry as Indonesia’s Soft Power yang digelar di Gado Gado Indonesian Culture Hub pada ajang Ideafest 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (31/10/2025).

“Seluruh subsektor ekraf memiliki keterikatan satu sama lain, dan semuanya berbasis IP. Contohnya film, bukan hanya menjual karya audio-visual, tapi juga musik, merchandise, bahkan turunan lainnya. Jadi, yang kita dorong bukan sekadar produk, tapi kesadaran akan hak dan perlindungan karya kreatif itu sendiri,” ujar Wamen Ekraf Irene saat hadir sebagai pembicara dalam talkshow bertajuk Stories That Move Nations: Content Industry as Indonesia’s Soft Power” yang digelar di Gado Gado _Indonesian Culture Hub pada ajang Ideafest 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta pada Jumat, 31 Oktober 2025.

“Tugas kami sederhana tapi penting menjadi mak comblang dan penerjemah antar-subsektor agar tidak ada lagi ego sektoral. Karena pada dasarnya, kreativitas itu tidak bisa tumbuh dalam sekat-sekat sempit,” tambah Wamen Ekraf Irene.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Lebih lanjut, Wamen Ekraf Irene menyoroti pentingnya pendekatan kolaborasi hexahelix sinergi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan dalam mempercepat penetrasi produk kreatif Indonesia ke pasar global. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan dan regulasi yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

“Kalau kita melihat dari satu arah saja, maka hasilnya juga akan terbatas. Ekosistem kreatif harus dipetakan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir, agar semua pihak bisa tumbuh bersama,” ujar Wamen Ekraf Irene.

Gerakan Gado Gado Indonesian Culture Hub sendiri merupakan inisiatif kolektif hasil kolaborasi antara Kamar Dagang (KADIN) Indonesia, Ideafest, Jakarta Fashion Week, Brightspot, ICAD, Indonesia Dessert Week, ADGI Design Week, dan CAKRA. Gerakan ini bertujuan mengkurasi, menghubungkan, serta mengembangkan keberagaman industri budaya Indonesia dengan semangat kolaboratif.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Didukung oleh KADIN Kebudayaan, Gado Gado Culture Hub menghadirkan sebuah ruang budaya seluas 12x5 meter di area Ideafest 2025, yang menjadi pusat diskusi dan pertukaran gagasan. Setiap harinya, diadakan dua hingga tiga sesi mini talk yang diikuti sekitar 20 peserta dari berbagai latar belakang kreatif, menciptakan ruang dialog antara kreator, pelaku usaha, dan pengambil kebijakan.

Selain Wamen Ekraf Irene, hadir pula Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Co-Founder & Director Sun Eater Kukuh Rizal, serta Sekretaris Jenderal APROFI Linda Gozali sebagai pembicara dalam talkshow tersebut. Wamen Ekraf Irene didampingi oleh Direktur Arsitektur dan Desain Kementerian Ekraf Sabar Norma Megawati Panjaitan.

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kemenekraf/Bekraf
Setahun Bekerja, Bergerak
Setahun Bekerja, Berdampak
SetahunBerdampak
SetahunBergerak
Setahun Berdampak