Wamen Ekraf Buka Peluang Kolaborasi Ekonomi Kreatif Buddhis

Kemenekraf/Bekraf RIJumat, 4 September 2026
Wamen Ekraf Buka Peluang Kolaborasi Ekonomi Kreatif Buddhis

Jakarta, 5 September 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi Indonesia Buddhist Entrepreneur Organization (IBEA) serta Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI yang telah menginisiasi Kegiatan Penguatan Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan Pengusaha Muda Buddhis. Menurutnya, kolaborasi lintas kementerian dan komunitas ini menjadi contoh nyata dari semangat tema acara yaitu Together We Grow, Collaborate & Create Impact.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi IBEA dan Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI atas inisiasi Kegiatan Penguatan Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan Pengusaha Muda Buddhis di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

“Inilah yang sangat dibutuhkan Indonesia, lebih banyak entrepreneur muda di bidang ekonomi kreatif yang bergerak dengan hati positif demi menghadirkan solusi bagi sesama dan alam, mengingat angka wirausaha kita saat ini baru sekitar 3,8%. Wadah pengembangan diri berbasis nilai agama Buddha ini menjadi sarana mengasah potensi umat untuk menerangi dunia sekaligus memajukan bangsa,” ujar Irene Umar di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, Sabtu (5/9).

Wamen Ekraf turut menyanjung visi IBEA dalam menghimpun para pebisnis Buddhis guna menghadirkan keberlimpahan serta kemanfaatan nyata bagi Indonesia lewat pilar nilai-nilai Dharma. Langkah tersebut membuktikan bahwa kewirausahaan yang kuat tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, melainkan juga dari dampak sosial yang selaras dengan prinsip dasar ekonomi kreatif untuk maju bersama.

Kementerian Ekraf berkomitmen memfasilitasi penguatan ekosistem kreatif nasional melalui melalui kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas pelaku usaha kreatif, pengembangan jejaring pemasaran, hingga promosi karya kreatif Indonesia di tingkat global. Wamen Ekraf juga menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci, kolaborasi lintas sektor serta heksaheliks yang mengintegrasikan peran asosiasi, pemerintah, akademisi, media, pelaku bisnis, hingga lembaga keuangan, merupakan fondasi utama dalam menghidupkan ekonomi daerah serta menyejahterakan masyarakat.

“Entrepreneurship bukan sekadar status, melainkan mentalitas pantang menyerah, peka terhadap masalah, serta berorientasi pada tujuan, baik sebagai entrepreneur maupun intrapreneur. Kini, akses pengetahuan, jaringan, dan modal investasi terbuka sangat lebar, kunci keberhasilan berada pada kemauan untuk terus belajar, mencoba, dan mengembangkan diri secara bijak. Dengan kepekaan dan arah yang tepat, fondasi kepribadian serta bisnis yang solid dapat terbangun demi meraih kesuksesan,” tambah Wamen Ekraf.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif.

Agenda ini diinisiasi oleh IBEA bersama Ditjen Bimas Buddha Kemenag RI sebagai wadah penghubung pengusaha Buddhis yang berfokus pada penguatan jejaring kewirausahaan. Rangkaian acara yang diisi dengan talkshow, sesi diskusi, tanya jawab, serta soft launching IBEA ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan inovasi serta semangat kolaborasi usaha.

“Harta yang makin lama makin mahal, adalah sahabat. Dan hari ini kita berkumpul bersama dengan para sahabat sejati, untuk sama-sama membuat satu ekosistem yang kuat. Bagaimana kita bisa mengembangkan diri kita, mengembangkan usaha kita melalui forum ini,” ujar Ketua Umum IBEA, Emil Atmajaya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Supriyadi; Anggota DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu; Perwakilan Umat Buddha Indonesia; Persatuan Umat Buddha Indonesia; serta jajaran pengurus IBEA.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kolaborasi Industri Kreatif
Kementerian Ekraf/Badan Ekraf RI