Jakarta, 22 Juli 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, membahas peluang kolaborasi dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Nigeria, Bambang Suharto. Pertemuan diplomasi ekonomi ini berfokus pada strategi membuka akses pasar ekonomi kreatif Indonesia di Nigeria sebagai salah satu pintu masuk menuju kawasan Afrika.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (tengah), berbincang dengan Duta besar Republik Indonesia untuk Nigeria, Bambang Suharto (kiri), saat menerima audiensi dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Nigeria di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (22/07/2026).
Dalam pertemuan itu, Wamen Ekraf menyoroti besarnya potensi industri kreatif Nigeria, khususnya sektor perfilman melalui Nollywood yang memproduksi sekitar 2.500 judul film setiap tahun dengan nilai industri mencapai sekitar US$6,4 miliar. Jaringan distribusi Nollywood yang menjangkau berbagai negara di Afrika dinilai membuka peluang kolaborasi bagi industri perfilman Indonesia untuk memperluas pasar internasional.
"Nigeria memiliki potensi menjadi entry point bagi perfilman Indonesia di kawasan Afrika. Selain membangun kolaborasi industri, kita juga perlu memahami tren pasar, kebutuhan masyarakat, dan produk kreatif yang memiliki peluang besar di sana. Dengan begitu, pejuang ekraf Indonesia dapat lebih siap memasuki pasar Afrika secara berkelanjutan," ujar Irene Umar di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (22/7).
Selain sektor film, kolaborasi ini diproyeksikan membuka keran ekspor bagi subsektor unggulan lainnya seperti kuliner, kriya, dan fesyen berbasis kearifan lokal. Dengan populasi Nigeria yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, penetrasi produk kreatif Indonesia dinilai memiliki prospek jangka panjang yang sangat signifikan.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar RI untuk Nigeria, Bambang Suharto, menyampaikan bahwa kesamaan karakteristik demografi, keberagaman budaya, serta besarnya jumlah penduduk antara kedua negara menjadi modal sosial yang kuat dalam mempererat kerja sama ekonomi dan kebudayaan.
"Nigeria saat ini mulai memberikan perhatian lebih kepada negara-negara seperti Indonesia. Hal ini menjadi peluang yang perlu kita manfaatkan, tidak hanya untuk membangun persepsi positif terhadap Indonesia, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi melalui berbagai bentuk kerja sama di sektor ekonomi kreatif," ujar Bambang Suharto.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Ekraf bersama KBRI Abuja mendorong keikutsertaan aktif para pelaku ekraf nasional pada berbagai ajang promosi dan eksibisi internasional, salah satunya Lagos International Trade Fair, guna memacu nilai ekspor dan memperluas jejaring bisnis di pasar Afrika.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
