Wamen Ekraf Dorong Fesyen Minang Tembus Pasar Global

Kemenekraf/Bekraf RISelasa, 14 Juli 2026
Wamen Ekraf Dorong Fesyen Minang Tembus Pasar Global

Jakarta, 14 Juli 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) berkomitmen mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui optimalisasi ekosistem kreatif lokal. Langkah nyata ini diwujudkan oleh Wamen Ekraf, Irene Umar, yang menyambut penjajakan kolaborasi strategis dengan Rangkayo Minang Indonesia.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, menerima audiensi Rangkayo Minang Indonesia di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

"Dalam menyelaraskan program pengembangan berbasis kearifan lokal, penjajakan sinergi ini diharapkan mampu mengoptimalkan kontribusi nyata kekayaan budaya Minangkabau dalam memperkuat pilar ekonomi kreatif nasional," ujar Wamen Ekraf dalam audiensi di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (14/7).

Sinergi ini dinilai sangat strategis mengingat subsektor fesyen merupakan salah satu tulang punggung ekonomi kreatif nasional, dengan kontribusi sebesar 14,77 persen dan pertumbuhan mencapai 5,07 persen pada tahun 2025. Terlebih, penetapan Sumatera Barat sebagai salah satu lokasi prioritas berbasis inklusi keuangan dan indeks kebudayaan mempertegas peran Kementerian Ekraf dalam membangun mesin baru pertumbuhan ekonomi yang dimulai dari daerah.

Pertemuan tersebut secara khusus membahas peluang pelestarian fesyen tradisional, seperti pengembangan Baju Panjang dan Baju Kurung Basiba Minangkabau, agar memiliki nilai ekonomi tinggi tanpa kehilangan nilai luhurnya. Agenda kerja sama juga mencakup rencana kegiatan promosi kebudayaan dalam bingkai diplomasi budaya global, pengembangan talenta muda melalui program 'Rangkayo Mudo', hingga penguatan jejaring pasar bagi UMKM kreatif.

"Kementerian Ekraf berperan krusial memfasilitasi transformasi pakaian adat Minangkabau menjadi produk kreatif adaptif agar identitas budaya Nusantara tidak hanya lestari secara adat, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Oleh karena itu, kami membutuhkan daftar produk atau brand Minang terlebih dahulu untuk nantinya dapat dikurasi agar bisa masuk ke program-program Ekraf dan maju bersama dalam semangat gotong royong serta Bhinneka Tunggal Ika," kata Wamen Ekraf.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

Sementara itu, Ketua Rangkayo Minang Indonesia, Usie Sofyan, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Kementerian Ekraf dalam menyerap aspirasi dan potensi daerah. Organisasi berbadan hukum yang fokus pada penguatan nilai adat dan pemberdayaan ekonomi sejak 6 Maret 2024 ini siap menjadi jembatan bagi para pelaku kreatif lokal.

"Peluang sinergi ini memicu semangat kami untuk terus membina pelaku UMKM dan memperluas cakupan promosi fesyen tradisi agar semakin dikenal luas oleh dunia internasional," tutur Usie Sofyan.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.

Turut mendampingi Wamen Ekraf dalam pertemuan tersebut, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu; serta Plt. Direktur Fesyen, Amir Hamzah.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
KitaMulaiCaraBaru