Jakarta, 4 September 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi penyelenggaraan IdeaTalks 2026 bertema From Creation to Creative Opportunity dalam rangkaian IdeaFest 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Menurutnya, kolaborasi Indosat, Adobe, dan IdeaFest bersama pelaku ekonomi kreatif menunjukkan bahwa gagasan dan karya generasi muda dapat memberikan dampak bagi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian nasional.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi penyelenggaraan IdeaTalks 2026 bertema From Creation to Creative Opportunity dalam rangkaian IdeaFest 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat, (4/9/2026).
“Generasi muda tanah air memiliki potensi luar biasa yang telah terbukti mampu melahirkan karya unggulan di berbagai subsektor ekonomi kreatif, dan ketika infrastruktur internet dan ekosistem kreator sudah tersedia, kehadiran alat penunjang seperti Adobe menjadi solusi penting untuk mempermudah kreativitas serta mendorong kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai kendala. Kerja sama ini bertujuan membangun bisnis berbasis purpose yang tidak hanya berfokus pada transaksi, melainkan memberikan dampak atau impact dan makna nyata bagi konsumen,” ujar Irene Umar, Jumat (4/9).
Guna mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh serta berkelanjutan, Kementerian Ekraf menjadikan Kekayaan Intelektual (KI) sebagai fondasi utama pendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif. Komitmen ini tidak sebatas pendaftaran dan perlindungan hukum, tetapi juga mencakup komersialisasi dan pengembangan KI lokal agar memiliki nilai tambah ekonomi serta mampu bersaing di pasar internasional.
Di samping itu, peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan optimalisasi teknologi melalui program upskilling menjadi langkah penting agar talenta dalam negeri dapat bersaing secara global. Pemanfaatan konektivitas digital dari Indosat serta dukungan sarana dari Adobe memberikan landasan strategis bagi komunitas untuk saling bertukar pengetahuan, memperluas jejaring, dan membuka ruang kesempatan baru.
“Saya berharap teman-teman tidak hanya berfokus pada pasar lokal nasional yang berjumlah 240 juta jiwa, tetapi juga berani membidik 8 miliar penduduk dunia agar karya Indonesia bisa mendunia. Mari kita balikkan keadaan dengan memajukan seluruh wilayah Indonesia melalui keunikan atau Unique Selling Point bangsa kita, serta terus berkreasi bersama. Semoga setelah sesi ini berakhir, kita semua bisa saling belajar dan mulai berkarya bersama," tegas Wamen Ekraf.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif.
Kementerian Ekraf juga mendorong agar karya para pelaku seni tidak berhenti pada tahap apresiasi, tetapi dapat masuk ke pasar komersial. Untuk itu, akses pasar yang luas dan kemitraan strategis dengan investor serta industri menjadi bagian penting dalam mempertemukan kreator lokal dengan para pemangku kepentingan.
Kegiatan ini juga diisi dengan Sesi Panel IdeaFest tentang perjalanan kreator, Workshop Desain Tas Kanvas, dan Pencetakan Tas Kanvas. Sekitar 250 peserta yang terdiri atas kreator, komunitas kreatif, dan mitra ekosistem kreatif turut membahas pengembangan karya menjadi peluang ekonomi berkelanjutan melalui akselerasi ekosistem, sinergi teknologi, perlindungan kekayaan intelektual, dan perluasan akses pasar.
“Teruslah berkreasi, tunjukkan karyamu kepada dunia, dan pahami nilainya. Jangan berhenti di satu titik, terus tumbuhkan rasa ingin tahu dan eksplorasi hal baru yang akan membuka peluang tak terduga. Yang paling penting Keep creating and enjoy the process,” ujar Adobe Creator, Diela Maharani.
Dalam kegiatan tersebut, Wamen Ekraf mengunjungi booth Installation untuk meninjau area Cafe Express-O (kolaborasi Adobe x Ekraf), Heart Installation, IOH Illustration by Sarkodit, Heartware Archives, Arcade Game, Cafe Seating Area, Adobe Express Experience Area, Stage, Storage, hingga Front of House (FOH).
Wamen Ekraf hadir didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam; dan Direktur Gim, Luat Sihombing.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
