Wamen Ekraf Dorong Jenama Lokal Kuasai Pasar Premium Lewat SCBD Park

Kemenekraf/Bekraf RIMinggu, 6 September 2026
Wamen Ekraf Dorong Jenama Lokal Kuasai Pasar Premium Lewat SCBD Park

Jakarta, 6 September 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas ekosistem bagi pelaku ekonomi kreatif melalui kunjungan Wamenekraf Irene Umar dalam gelaran The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD di SCBD Park, Jakarta. Ruang kolaborasi bersama The Local Market dan SCBD ini menjadi wadah bagi para kreator lokal untuk memperluas akses pasar secara berkelanjutan.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, meninjau The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD di SCBD Park, Jakarta, Minggu (6/9/2026).

"SCBD yang sering dianggap terlalu premium untuk UMKM hari ini dibuktikan sebaliknya, semua berkumpul, berjualan, dan menampilkan produk luar biasa berbasis bahan serta kearifan lokal. Indonesia juga punya potensi alam yang luar biasa, termasuk kawasan konservasi seperti Tambling Wildlife Nature Conservation atau TWNC yang tidak dimiliki negara lain. Kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan para pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mendukung ekosistem ini, agar kita terus kembali ke akar budaya dan menjaga kearifan lokal turun-temurun," ujar Irene Umar, Minggu (6/9).

Berdasarkan data BPS olahan Kementerian Ekraf, subsektor fesyen, kriya, dan kuliner mencatatkan nilai ekspor barang ekonomi kreatif terbesar pada periode Januari–April 2026, yaitu masing-masing mencapai 5,85 miliar dolar AS, 3,82 miliar dolar AS, dan 0,28 miliar dolar AS. Selain itu, ketiga subsektor ini juga menjadi penopang utama ekonomi kreatif tahun 2025 dengan kontribusi masing-masing sebesar 41,06% untuk kuliner, 14,77% untuk fesyen, dan 10,70% untuk kriya yang menunjukkan besarnya potensi produk lokal untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sesuai pesan Presiden, hentikan ego sektoral dan buang ego instansi, kita harus bergotong royong menjaga persatuan karena ini bukan tentang brand atau lembaga, melainkan tentang niat tulus untuk Indonesia dan Merah Putih. Pesan untuk masyarakat mari kita perkuat fondasi ekonomi nasional dengan membiasakan diri untuk bangga membeli dan menggunakan produk dalam negeri,” tegas Wamenekraf.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif.

Diselenggarakan rutin setiap akhir pekan pertama setiap bulan sejak 1–2 Agustus 2026 hingga edisi 5–6 September 2026, The Local Market ID hadir sebagai pasar kreatif bulanan tanpa tiket masuk yang mengusung kolaborasi heksaheliks antara pemerintah, kurator, penyedia ruang publik, dan pejuang ekonomi kreatif. Diinisiasi PT Ku Ka Aku Suka (The Local Market ID) bersama Kementerian Ekraf dan Creative Event Entertainment (CEE), serta didukung Artha Graha Group, program ini menghadirkan lebih dari 200 tenant terkurasi, mulai dari kuliner, kriya, fesyen, barang antik, lokakarya, hingga pertunjukan musik, sebagai wadah promosi kreativitas sekaligus pelestarian warisan budaya Indonesia.

“Kolaborasi CEE bersama dengan The Local Market ID melalui Pasar Wiwitan SCBD merupakan langkah untuk menghadirkan ruang publik yang menghubungkan komunitas, pelaku kreatif, dan masyarakat, sekaligus memperkuat SCBD sebagai destinasi yang tidak hanya menjadi pusat bisnis, tetapi juga pusat aktivitas kreatif dan budaya,” ujar Direktur CEE, Ananta Pribadi.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenekraf meninjau langsung sejumlah tenant dari berbagai subsektor ekraf seperti Allysia, KASI Living, Saiya, Lyka, Habitat Park, lalu ke Paviliun Artha Graha Peduli untuk melihat TWNC dan AGP Arthakes serta masih banyak lagi. Salah satu peserta kurasi Open Call Kementerian Ekraf dari jenama Goodthings mengapresiasi The Local Market yang membantu memperluas pasar busana pria dan wanita berunsur wastra Nusantara, seperti cardigan batik dan pakaian etnik modern.

“Minggu ini ikut event ini lagi karena waktu kegiatan dua hari bulan Agustus kemarin kita dapet 14 juta. Setiap Ibu Wamen Ekraf ke sini, aku gak pernah lewatkan momen buat foto atau bikin konten, ternyata itu juga bikin trust orang-orang nambah. Buat kami kegiatan ini dampaknya besar banget, pembeli dateng terus, repurchasing terus, dan followers kita nambah, terutama dari masyarakat di sekitaran SCBD,” ucap Co-Founders Goodthings, Angela.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif.

Dalam kegiatan ini dihadiri pula oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Sementara Wamenekraf didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Mohammed Ali Berawi; Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu; Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam; Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Danny Rahdiansyah; Direktur Arsitektur dan Desain, Sabar Norma Megawati Panjaitan; Direktur Kriya, Neli Yana; Direktur Televisi dan Radio, Radi Manggala; serta Direktur Periklanan, Andy Ruswar.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kolaborasi Industri Kreatif
Kementerian Ekraf/Badan Ekraf RI