Jakarta, 11 Mei 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan komitmennya mendorong fotografer Indonesia naik kelas hingga mampu bersaing di level global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan ekosistem industri fotografi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi PT Benih Kreasi Indonesia di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan upaya tersebut membutuhkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pegiat ekonomi kreatif mulai dari fotografer, komunitas, asosiasi, hingga berbagai pemangku kepentingan.
“Kementerian Ekraf melihat fotografi memiliki potensi besar untuk diangkat menjadi subsektor unggulan ekonomi kreatif meski menghadapi banyak tantangan. Karena itu, kami akan terus mendukung ruang dan kegiatan kolaborasi yang mampu mengakomodasi komunitas, asosiasi, dan para fotografer agar dapat bergerak bersama membangun ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Irene dalam audiensi bersama PT Benih Kreasi Indonesia di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (11/5).

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Irene menambahkan, penguatan subsektor fotografi tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial semata, tetapi juga harus diarahkan pada perluasan akses pasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga perlindungan karya dan hak kekayaan intelektual.
“Hal paling penting adalah bagaimana kita memperbesar pasar dan membuka akses yang lebih luas bagi fotografer Indonesia. Pemerintah ingin subsektor fotografi tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga mampu tampil dan bersaing di tingkat internasional melalui kolaborasi, promosi, dan penguatan standar profesional,” tambahnya.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Sementara itu, Founder PT Benih Kreasi Indonesia, Lucia Hartanto, mengungkapkan Indonesia memiliki banyak talenta fotografi potensial, namun masih membutuhkan sistem yang mampu mendukung pertumbuhan industri kreatif secara menyeluruh.
Melalui gagasan Indonesia Photography Summit, Benih Kreasi Indonesia ingin menghadirkan forum fotografi yang mempertemukan pemerintah, kreator, komunitas, dan institusi melalui forum diskusi, workshop, expert sharing, bazar, hingga community experience zone.
“Indonesia tidak kekurangan fotografer berbakat. Yang dibutuhkan saat ini adalah sistem yang mampu membantu mereka bertumbuh, dikenal, terlindungi, dan memiliki akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas. Indonesia Photography Summit diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi untuk membangun ekosistem fotografi yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Lucia.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Audiensi juga membahas pentingnya adaptasi fotografer terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), peningkatan kualitas tenaga kerja kreatif, hingga penguatan perlindungan hak cipta dan karya fotografer Indonesia guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Wamen Ekraf turut didampingi Direktur Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekraf, Iman Santosa.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
