Wamen Ekraf Dorong The Local Market Jadi Agenda Rutin Bulanan

Kemenekraf/Bekraf RISabtu, 1 Agustus 2026
Wamen Ekraf Dorong The Local Market Jadi Agenda Rutin Bulanan

Jakarta, 1 Agustus 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi lebih dari 200 pejuang ekonomi kreatif lokal hasil kurasi yang berpartisipasi dalam The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD. Wamen Ekraf berharap pasar kreatif tersebut dapat menjadi agenda rutin setiap akhir pekan pertama setiap bulan sebagai ruang kolaborasi Kementerian Ekraf, The Local Market, dan SCBD untuk memperluas akses pasar produk lokal secara berkelanjutan.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (tengah), bersama Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan (kiri), meninjau salah satu tenant seusai membuka The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD, Jakarta, Sabtu (1/08/2026).

Harapan tersebut disampaikan Wamen Ekraf saat membuka The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD di SCBD Park, Jakarta, Sabtu (1/8). Menurutnya, keberlanjutan pasar kreatif menjadi penting agar pejuang ekonomi kreatif memiliki panggung yang konsisten untuk memperkenalkan karya sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas.

“The Local Market yang perdana di SCBD ini akan menjadi rutin setiap bulan untuk minggu pertama dari jam 7 pagi hingga jam 9 malam selama dua hari. Tentu ini sebuah bentuk bagi pejuang ekonomi kreatif Indonesia yang membutuhkan sebuah panggung untuk memperlihatkan apa yang sudah mereka kreasikan. Ini akan menjadi movement yang terus hadir setiap bulan, yang mana panggung The Local Market akan dimanfaatkan para pejuang ekonomi kreatif,” ujar Wamen Ekraf.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif

Wamen Ekraf menambahkan, The Local Market tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi antara kreator dan masyarakat. Menurutnya, setiap produk kreatif memiliki cerita yang lahir dari kreativitas dan dedikasi pembuatnya sehingga kedekatan tersebut menjadi nilai tambah yang mampu memperkuat daya saing produk lokal.

“Produk Indonesia bukan saja bagus, tetapi sudah banyak yang mendunia. Mari, kita mulai dari diri sendiri untuk mendukung belanja dan pakai produk lokal,” ucap Wamen Ekraf.

The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD mengusung konsep pasar kreatif berbasis kolaborasi heksaheliks yang mempertemukan pemerintah, kurator produk kreatif, penyedia ruang publik, hingga pejuang ekonomi kreatif dalam satu ekosistem. Diselenggarakan oleh PT Ku Ka Aku Suka (The Local Market ID), kegiatan ini menjadi wadah promosi produk lokal sekaligus ruang untuk merayakan kreativitas dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (WamenPPA), Veronica Tan mengatakan kolaborasi lintas sektor seperti Pasar Wiwitan menjadi ruang yang tidak hanya memperkuat pemasaran produk lokal, tetapi juga mendorong pemberdayaan perempuan dan menghadirkan ruang publik yang ramah keluarga.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif

"Produk-produk lokal sebenarnya memiliki kualitas yang sangat baik, tetapi sering kali belum memiliki wadah untuk memperkenalkan kepada masyarakat. Melalui kolaborasi ini, mereka mendapatkan ruang untuk bertumbuh. Bagi kami, kegiatan seperti ini juga menjadi bentuk pemberdayaan perempuan sekaligus menghadirkan ruang bagi keluarga untuk berkumpul, menikmati, dan menghargai produk-produk karya anak bangsa,” tambah Veronica Tan.

Berlokasi di ruang terbuka hijau SCBD Park yang membentang sepanjang 240 meter pada satu koridor jalan dan 127 meter di koridor lainnya, The Local Market: Pasar Wiwitan menghadirkan konsep street market berskala besar di kawasan pusat bisnis Jakarta. Beragam produk kreatif, kuliner, artisan, hingga pertunjukan budaya dihadirkan untuk menjadikan pasar ini sebagai destinasi akhir pekan sekaligus rumah baru bagi pelaku UMKM kreatif Indonesia.

"Pasar Wiwitan berarti sebuah awal yang baru. Kami berharap ini menjadi rumah baru bagi The Local Market sekaligus program yang baik untuk UMKM Indonesia. Mulai sekarang, kegiatan ini akan hadir pada akhir pekan pertama setiap bulan sebagai ruang yang konsisten bagi produk-produk kreatif Indonesia," ujar Founder of The Local Market, Titonius Karto.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Ekraf meninjau langsung sejumlah tenant dari berbagai subsektor ekraf seperti Punopals, Batik Saraswati, Oentukmu, La Vida Home, Neu Men, KASI Living, Saiya, KAINARA, Damdam Ceramics, dan masih banyak lagi. Salah satu peserta kurasi yang mengikuti Open Call Kementerian Ekraf dari jenama Neu Men, Ashraf Fauzan Ramdhani mengapresiasi kesempatan yang diberikan melalui The Local Market. Brand fesyen asal Bandung tersebut memanfaatkan ajang ini untuk memperluas pasar dengan menghadirkan busana pria yang memadukan batik dalam gaya kasual.

"Ini pertama kalinya kami mengikuti program Ekraf melalui The Local Market. Saya berharap semakin banyak program seperti ini yang membantu UMKM bertumbuh dari sisi pemasaran sehingga jenama-jenama lokal dapat berkembang dan semakin dikenal masyarakat," ucap Ashraf.

Wamen Ekraf turut didampingi Direktur Kuliner Romi Astuti; Kasubdit Pemasaran, Ekspor, dan Komersialisasi Arsitektur dan Desain, Trio Dewangga dan Dessy Widowati. Hadir pula pemilik Grup Artha Graha, Tomy Winata serta Wakil Direktur Utama Artha Graha, Christina Harapan.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

#81DetikCeritaIndonesia #PahlawankuInspirasiku #WarnaiIndonesia #BingkaiIndonesia #BersamaUntukIndonesia

Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi