Jakarta, 31 Juli 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi konsistensi Jakarta Sneaker Day (JSD) sebagai wadah ekspresi, inovasi, sekaligus etalase bagi jenama fesyen dan sneaker lokal. Wamen Ekraf menilai ajang ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat daya saing pelaku ekonomi kreatif sekaligus memperluas pasar produk lokal.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (tengah) saat di Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok M Festival 2026, Jakarta, Sabtu (01/07/2026).
Apresiasi tersebut disampaikan Wamen Ekraf saat menghadiri Jakarta Sneaker Day (JSD) di Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu (1/8). Kehadirannya menegaskan komitmen Kementerian Ekraf dalam mendukung pertumbuhan industri fesyen dan sneaker lokal agar semakin kompetitif serta mampu menembus pasar global.
"Dukungan ini kami berikan agar produk kreatif anak bangsa tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga makin percaya diri menembus pasar internasional," ujar Irene Umar.
Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif, subsektor fesyen menjadi kontributor terbesar ekspor ekonomi kreatif dengan porsi mencapai 58,55 persen atau senilai 5,85 miliar dolar AS, meningkat dari periode sebelumnya yang tercatat 5,58 miliar dolar AS. Selain unggul dalam ekspor, subsektor fesyen juga menyumbang 14,77 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif dengan laju pertumbuhan sebesar 5,07 persen.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Capaian tersebut mempertegas peran strategis subsektor fesyen sebagai salah satu penggerak utama ekonomi kreatif nasional. Bagi Kementerian Ekraf, fesyen bukan sekadar tentang tren atau gaya berbusana, melainkan medium untuk memperkuat identitas budaya, menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Kolaborasi antara komunitas dan industri kreatif di ajang JSD sangat krusial dalam mempercepat ekosistem fesyen nasional, sehingga kami optimis inovasi anak muda Indonesia menjadi motor penggerak utama ekonomi kreatif masa depan.Harapan kami, masyarakat dapat hadir untuk mengenal, mendukung, dan memberikan kesempatan bagi pelaku lokal untuk berkembang,” tambah Wamen Ekraf.
JSD merupakan platform yang telah hadir sejak 2016. Tahun ini, JSD kembali menggelar cultural takeover terbesar di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada 31 Juli–2 Agustus 2026, menghadirkan pasar kreatif, konser musik, dan fesyen yang digerakkan oleh komunitas lokal.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
JSD menghadirkan festival multi-pengalaman yang tersebar di 10 zona dan 10 venue di kawasan Blok M, didukung lebih dari 40 mitra F&B. Sejak 2017, ajang ini telah menarik lebih dari 150.000 pengunjung dan kini menawarkan satu General Festival Pass untuk menikmati pasar gaya hidup, konser musik, hingga pasar malam.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Wamen Ekraf atas kunjungan dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan JSD dari tahun ke tahun. Kali ini, dengan area yang lebih luas, proporsi brand lokal melonjak hingga 90 persen dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah brand lokal terbanyak di Asia Tenggara,” ujar Festival Director JSD Blok M Festival, Albie Trisura.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
#81DetikCeritaIndonesia #PahlawankuInspirasiku #WarnaiIndonesia #BingkaiIndonesia #BersamaUntukIndonesia
