Jakarta, 19 Juni 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengunjungi pameran seni bertajuk ‘Private Viewing of Studio 300’ di 25hours Hotel, Jakarta, Jumat (19/6). Kehadiran Wamen Ekraf menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan ekosistem seni rupa sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif nasional.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, saat menghadiri pameran seni bertajuk ‘ Private Viewing of Studio 300 ‘ di 25hours Hotel, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Tatler Studio 300 merupakan platform pameran seni (art showcase) yang dikurasi untuk menampilkan karya para seniman Indonesia dalam suasana yang lebih eksklusif dan intim.
Wamen Ekraf, Irene Umar, menilai Tatler Studio 300 tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga berperan sebagai penghubung antara seniman dengan ekosistem industri kreatif. Menurutnya, kolaborasi hexahelix menjadi kunci untuk memperluas akses dan meningkatkan nilai ekonomi karya seni Indonesia.
"Tatler Studio 300 sebagai platform yang menghubungkan karya seni dengan jejaring industri kreatif, kolektor, investor, media, dan komunitas budaya yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan pasar seni Indonesia," ujar Irene.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Pameran yang diselenggarakan Tatler Indonesia ini tidak hanya sekadar menjadi galeri untuk diamati, melainkan menghadirkan pengalaman layaknya sebuah rumah, tempat karya-karya para maestro membangun dialog yang hidup dengan pengunjung.
Sebanyak 14 seniman yang mencakup seni lukis kontemporer, seni jalanan (street art), fotografi, hingga berbagai eksperimen visual. Dalam pameran ini mereka menampilkan beragam karya yang merefleksikan kekayaan ekspresi dan kreativitas seni rupa Tanah Air.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Melalui konsep yang eksklusif, Tatler Studio 300 menjadi ruang pertemuan bagi pelaku seni, pebisnis, tokoh berpengaruh, serta komunitas budaya untuk saling bertukar gagasan dan membangun kolaborasi. Kehadiran wadah seperti ini diharapkan dapat memperkuat posisi seni rupa Indonesia sebagai subsektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar di pasar domestik maupun internasional, sekaligus mendorongnya menjadi the new engine of growth.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Ekraf didampingi Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekraf, Dadam Mahdar.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
