Wamen Ekraf: Game Lokal Harus Jadi IP Kelas Dunia, Bukan Cuma Penonton di Negeri Sendiri

Kemenekraf/Bekraf RIRabu, 2 Juli 2025
Wamen Ekraf: Game Lokal Harus Jadi IP Kelas Dunia, Bukan Cuma Penonton di Negeri Sendiri

Jakarta, 2 Juli 2025 — Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) akan memperluas kolaborasi dengan industri gim nasional melalui berbagai program strategis, termasuk revisi Perpres 19 Tahun 2024 dan peluncuran Indonesia Game Week Agustus mendatang. Hal itu disampaikan Wamen Ekraf saat menghadiri podcast Skilltree Talk yang dipandu langsung oleh President Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Husein, dan direkam di Infiniti Office Virtual, Jakarta Utara, Rabu, 2 Juli 2025.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf - Wamen Ekraf: Game lokal harus jadi IP kelas dunia, bukan cuma penonton di negeri sendiri, Jakarta, Rabu (2/7/2025).

“Ekosistem industri game kita harus dibangun dengan skema yang berlapis: mulai dari penciptaan, produksi, promosi, distribusi, konsumsi, sampai konservasi. Kami ingin memastikan semua fase ini bergerak, saling terhubung, dan menciptakan pertumbuhan nyata,” kata Wamen Ekraf.

Kehadiran Wamen Ekraf memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pegiat industri gim nasional. Kehadiran ini menjadi bagian dari upaya strategis Kementerian Ekraf dalam mengembangkan industri gim sebagai the new engine of growth ekonomi kreatif Indonesia, sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja berkualitas bagi generasi muda.

Podcast Skilltree Talk ini merupakan forum diskusi rutin yang digagas AGI untuk membahas isu-isu strategis seputar pengembangan ekosistem gim lokal—dari hulu ke hilir.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf

Untuk tahap kreasi, Kementerian Ekraf mendorong lahirnya ide-ide baru melalui Global Game Jam dan memperkuat pengembangan talenta lewat program Gameseed serta pelatihan Google Play x Unity. Dari sisi produksi dan distribusi, Kementerian Ekraf juga menggandeng berbagai pihak termasuk venture capital, angel investor, dan membentuk Indonesia Creative Content Fund (ICCF).

Wamen Irene menekankan pentingnya menciptakan lebih banyak studio independen di berbagai daerah, serta mendampingi mereka membangun IP lokal yang kompetitif di pasar internasional. "Kita tidak bisa selamanya jadi penonton di pasar sendiri. Sudah saatnya IP gim Indonesia dikenal dan dimainkan di luar negeri,” tegas Wamen Ekraf.

Untuk memperluas konsumsi gim lokal, Kementerian Ekraf menyiapkan aktivasi di ruang publik dan meluncurkan Indonesia Game Week pada Agustus 2025. Di sisi kebijakan, Kementerian Ekraf juga mendorong revisi Perpres Nomor 19 Tahun 2024 untuk mempercepat pertumbuhan industri gim secara berkelanjutan.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf

Kolaborasi dengan AGI menjadi bagian penting dari strategi ini. “Kami sudah bekerja sama dalam banyak program: Global Game Jam, Games Station, Re(Kreasi) Lokal, sampai dukungan ke Gamescom dan Tokyo Game Show. Ke depan, kolaborasi ini akan makin diperluas dan dimatangkan—dari pengembangan SDM hingga fasilitasi pembiayaan,” ungkap Wamen Ekraf.

Wamen Ekraf menyampaikan bahwa industri game bukan hanya peluang ekonomi, tetapi juga ruang strategis untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda, khususnya di bidang teknologi, seni, dan konten digital.

“Game bukan cuma soal hiburan. Ia adalah kekuatan budaya, ekonomi, dan ekspresi generasi. Industri ini harus jadi mesin pertumbuhan baru bagi ekonomi kreatif Indonesia,” pungkas Wamen Ekraf.

Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf

President AGI Shafiq Husein menyambut baik komitmen Kemenekraf dalam menguatkan industri gim nasional. “Dengan keterlibatan aktif pemerintah, kami makin optimistis bahwa ekosistem gim Indonesia bisa berkembang pesat, bukan hanya di hulu tetapi juga di hilir. Yang penting bukan hanya bikin game, tetapi juga memastikan game lokal punya pasar, pendanaan, dan keberlanjutan,” ujar Shafiq.

Dengan sinergi antara pemerintah, industri, dan komunitas, diharapkan Indonesia tidak hanya jadi pasar, tetapi juga pusat penciptaan game kelas dunia.

Kiagoos Irvan Faisal

Plt. Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif / Badan Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif
Ekraf
Teuku Riefky Harsya
Irene Umar
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kerja Terlaksana Kita Jadi Bisa
Kemenekraf/Bekraf
Pembangunan Merata
Kemerdekaan Semakin Nyata
Pembangunan Merata, Kemerdekaan Semakin Nyata

Postingan Terkait

gambar Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney
Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi dengan InJourney

Jakarta, 14 Februari 2024 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kolaborasi strategis dengan berbagai institusi, termasuk PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat realisasi program-program ekonomi kreatif yang tepat sasaran sesuai arahan pemerintah pusat.

...
gambar Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali
Menekraf Harap 5th Multilateral Naval Exercise Komodo Berdampak ke Perajin Bali

Bali, 16 Februari 2025 - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) berharap gelaran 5th Multilateral Naval Exercise Komodo 2025 (5th MNEK 2025) di Bali memberi dampak pada para perajin lokal. Tercatat lebih dari 50 pelaku ekonomi kreatif mengikuti kegiatan bertaraf internasional ini.

...
gambar Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025
Wamenekraf Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Global di Future of Beauty Summit 2025

Jakarta, 17 Februari 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, menjadi pembicara dalam salah satu sesi talkshow pada acara Future of Beauty Summit 2025 yang diinisiasi oleh Female Daily. Dalam kesempatan tersebut, Wamenekraf Irene memberikan apresiasi terhadap acara yang mencetuskan inovasi, solusi, dan kolaborasi untuk mendorong perubahan ekonomi kreatif yang memengaruhi perilaku konsumen masa kini dan masa depan.

...