Wamen Ekraf Gandeng Raja Ubud Bangun Ekosistem Kreatif Berdaya Saing Global

Kemenekraf/Bekraf RISabtu, 9 Mei 2026
Wamen Ekraf Gandeng Raja Ubud Bangun Ekosistem Kreatif Berdaya Saing Global

Jakarta, 9 Mei 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar bertemu Keluarga Puri Ubud di Gianyar, Bali, Sabtu (9/5). Langkah ini dilakukan untuk mengintegrasikan nilai sejarah dan tradisi lokal dengan kebijakan nasional, guna menjadikan kearifan lokal sebagai fondasi industri kreatif berdaya saing global.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengunjungi Keluarga Puri Ubud di Gianyar, Bali, Sabtu (9/5/2026).

Irene Umar mengungkapkan, Keluarga Tjokorda dari Puri Ubud memiliki peran penting dalam menjaga napas seni dan budaya di Bali.

"Melalui pertemuan ini, kami ingin memastikan nilai tradisi dapat berkolaborasi dengan inovasi ekonomi kreatif untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat tanpa meninggalkan akar budaya," ujar Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar di Bali, Sabtu (9/5).

Dalam pertemuan tersebut, Wamen Ekraf berdialog dengan tokoh Puri Ubud mengenai peran keluarga kerajaan dalam mendukung perkembangan seni tari, seni rupa, hingga kegiatan ritual yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut. Kementerian Ekraf juga memetakan pengelolaan hospitality berbasis budaya dan pariwisata berkelanjutan di Ubud sebagai model pengembangan destinasi kreatif nasional yang berbasis pelestarian budaya modern.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

"Kami melihat Puri Ubud bukan hanya sebagai pusat sejarah, tetapi juga sebagai simbol pelestarian budaya Bali yang aktif. Kontribusi mereka dalam menghubungkan seniman lokal dan internasional adalah kunci positioning Ubud sebagai destinasi seni dunia, yang akan kami perkuat melalui kebijakan kementerian demi ekosistem kreatif yang inklusif," tambah Wamen Ekraf.

Pertemuan ini juga membahas kontribusi Keluarga Puri Ubud terhadap _cultural tourism_ dan dampaknya bagi peningkatan ekonomi kreatif kawasan. Fokus bahasan meliputi perlindungan aset budaya agar bernilai ekonomi tinggi serta dukungan kementerian bagi seniman lokal dalam jaringan global yang telah dibangun oleh pihak Puri.

"Kami sangat senang dengan kehadiran Ibu Wamen dan berharap dukungan Kementerian Ekraf dapat memperkuat ekosistem kreatif di kawasan kami, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi seniman lokal untuk memperkenalkan kekayaan tradisi kita ke mancanegara," ungkap Raja Ubud, Tjokorda Gde Putra Sukawati.

Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Agenda ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Ekraf dalam memadukan inovasi modern dengan nilai-nilai lokal. Melalui sinergi ini, kementerian merangkul keluarga kerajaan sebagai penjaga identitas budaya, guna memastikan Ubud tetap menjadi pusat seni dunia yang tangguh di era globalisasi.

Turut hadir mendampingi Wamen Ekraf dalam pertemuan tersebut, Staf Khusus Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Data, Jago Anggara, serta Tenaga Ahli Bidang Regulasi dan Kelembagaan, Dahana Esa Putera.

Kiagoos Irvan Faisal

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Teuku Riefky Harsya
Menekraf
Wamenekraf
The New Engine Of Growth
Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Perkuat Ekraf dari Daerah
Kolaborasi Industri Kreatif
Membangun Ekonomi dari Daerah
Membangun Ekonomi Kreatif dari Daerah
Kemenekraf/Bekraf
KitaMulaiCaraBaru
gambar Menekraf Siap Berkolaborasi dengan IKAPI untuk Mendorong Industri Penerbitan
gambar Wamenekraf Dukung LAKON Indonesia sebagai Wadah Fesyen Global
gambar Wamenekraf Tekankan Pentingnya Petani dalam Ketahanan Negara