Jakarta, 23 Oktober 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, mendorong perguruan tinggi untuk tidak membiarkan hasil riset dan karya mahasiswa berhenti di meja sidang skripsi, melainkan menjadikannya komoditas yang menghidupi ekosistem ekonomi kreatif Ibu Kota. Hal ini disampaikannya dalam Rector Summit 2025 di Ballroom Thamrin Nine, Jakarta, sebagai bagian dari Jakarta Innovation Days.
Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf - Wamenekraf Narsum pada Rector Summit Jakarta Innovation Days, Ballroom Thamrine Nine, Jakarta, Jum'at (24/10/2025)
“Jakarta tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga harus menjadi pusat inovasi dan kreativitas yang mendorong daya saing global. Perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan pemerintah perlu berjalan beriringan sesuai dengan pendekatan hexahelix—dalam menyiapkan talenta dan solusi yang relevan,” ujar Wamen Ekraf.
Acara yang diselenggarakan oleh Bappeda DKI Jakarta ini merupakan hari kedua pelaksanaan dan dihadiri para rektor serta akademisi dari berbagai universitas di Indonesia. Rector’s Summit bertajuk “Jakarta 360: Menuju Kota Global” hadir sebagai wadah untuk menyuarakan inovasi dalam pembangunan kota lewat keterlibatan akademisi.
Wamen Ekraf juga menekankan bahwa universitas memiliki potensi besar sebagai innovation hub yang menghubungkan riset akademik dengan praktik industri kreatif.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
“Banyak hasil karya mahasiswa yang sebenarnya siap dipasarkan, tapi berhenti di meja sidang skripsi. Jika kampus bisa membuka akses agar karya mereka hadir di ruang kota, ekosistem ekonomi kreatif akan hidup. Kemenekraf siap menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri,” tambah Wamen Ekraf.
Wamen Ekraf menutup dengan menegaskan bahwa inovasi dan kreativitas merupakan fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan.
“Jakarta harus menjadi simbol dari the new engine of growth, kota yang lahir dari kolaborasi, tumbuh dari kreativitas, dan berdaya saing global,” pungkasnya.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Wakil Kepala Bappeda DKI Jakarta, Deftrianov, menilai kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi akademisi dan pemerintah untuk memperkuat kerja sama dalam membangun Jakarta yang tangguh dan berdaya saing.
“Rector Summit menghadirkan para pemimpin universitas dari seluruh Indonesia untuk bersama-sama memetakan arah pengembangan kota berbasis riset dan inovasi. Ruang fiskal yang terbatas tidak boleh menjadi hambatan kalau kita benar-benar kreatif—justru dari keterbatasan, lahir lompatan baru,” ujarnya.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Sementara itu, Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Firdaus Ali, menegaskan pentingnya menjembatani hasil riset akademik dengan kebijakan publik berbasis data.
“Jakarta harus menjadi kota yang terbuka terhadap riset, teknologi, dan solusi kreatif. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, kampus, dan pelaku ekonomi kreatif menjadi fondasi penting untuk mempercepat transformasi menuju kota global,” tutur Firdaus.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Turut hadir para rektor dan perwakilan universitas dari berbagai kampus di Indonesia, antara lain Monash University, Institut Kesenian Jakarta, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Atma Jaya, Universitas Gunadarma, Universitas Pancasila, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Kiagoos Irvan Faisal
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
