Rusia, 15 Oktober 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar hadir sebagai panelis dalam Russian International Creative Seasons (RICS) 2025 di Rusia. Kehadiran Wamen Ekraf menandakan komitmen Indonesia memperkuat ekonomi kreatif sebagai alat diplomasi dan mendorong kolaborasi global di antara negara-negara BRICS.
Dok. International Conference on Creative Economy 2025 - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, hadir sebagai panelis dalam Russian International Creative Seasons (RICS) 2025 di Manege Central Exhibition Hall, St. Petersburg Rusia, Rabu (08/10/2025).
“Ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth yang menciptakan inovasi sekaligus nilai ekonomi dari ide dan kreativitas. Tiap subsektor ekraf menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi suatu negara berdasarkan aset atau produk kreatif dengan masing-masing keunggulannya,” ungkap Wamen Ekraf saat menjadi salah satu panelis pada sesi diskusi RICS for BRICS: Building New Products for the Global Market, yang berlangsung di Manege Central Exhibition Hall, St. Petersburg Rusia, Rabu 8 Oktober 2025.
Wamen Ekraf mendukung RICS 2025 sebagai ajang strategis yang mendorong kolaborasi antarnegara dalam membahas dan melaksanakan agenda-agenda global, terutama kerja sama ekonomi. Rangkaian konferensi internasional ini sebagai bentuk pengenalan dan penguatan ekonomi kreatif masing-masing negara sekaligus forum kerja sama yang lebih luas dalam lingkup BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, dan negara-negara lain).
Wamen Ekraf menjelaskan konferensi ini bisa mendorong pertukaran ide kreatif, penguatan kolaborasi, dan percepatan investasi dalam proyeksi ekraf global hingga tahun 2050.
RICS Conference merupakan forum sekaligus konferensi internasional terkait ekonomi kreatif telah berlangsung pada 8-9 Oktober yang diadakan oleh Agency of Strategic Initiatives (Rusia) dan St. Petersburg City Administration. Selain konferensi, rangkaian agenda kegiatan meliputi business mission, side-events, akselerator, dan sesi-sesi tematik yang membahas topik strategis seperti global vision 2050, artificial intelligence and creative industries, penguatan hak kekayaan intelektual, hingga pengembangan pendidikan serta infrastruktur kreatif.
“Bicara tentang aset digital dan IP karakter tentu masing-masing punya potensi untuk dikomersialkan dan menjadi kunci globalizing products asalkan sudah punya lisensi. Kami ingin memastikan bahwa ekonomi kreatif di Indonesia berada dalam garda terdepan yang bukan hanya karena angka atau transaksi, tetapi juga karena keterhubungan talenta-talenta ekraf didalamnya yang membuat industri kreatif semakin berkembang,” imbuh Wamen Ekraf.
Dok. International Conference on Creative Economy 2025.
Dalam sesi diskusi tersebut, Wamen Ekraf juga memberi contoh IP-IP Indonesia yang mendunia seperti Machine56 dan film animasi Jumbo yang melahirkan sesuatu yang unik serta kreatif. Menurut Wamen Ekraf, ekonomi kreatif juga menjadi soft diplomacy tools untuk saling mendalami budaya masing-masing negara. Selain itu, Wamen Ekraf juga mengundang para peserta yang hadir untuk datang ke Friends of Creative Economy (FCE) Meeting 2025 dan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Solo, Indonesia.
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto yang turut hadir dalam RICS Conference 2025, menilai bahwa keikutsertaan Indonesia dalam konferensi ini menandakan keinginan kuat dan komitmen nyata Pemerintah untuk mengembangkan industri kreatif tanah air dalam menjangkau pasar global.
“Ekonomi kreatif menyumbang sekitar 7 persen terhadap total PDB nasional dengan tren atau pertumbuhan pesat yang terus meningkat. Kuliner, fesyen, dan kriya termasuk subsektor ekraf yang paling populer di Indonesia dan pertumbuhan subsektor tercepat melalui film, animasi, aplikasi, gim, dan musik yang dapat dinikmati skala global. Kami siap mewujudkan proyek-proyek sinergi internasional yang memadukan kreasi dengan inovasi memikat dan mutakhir,” ujar Yovie Widianto.
Dalam kunjungan kerja hari pertama ke Rusia, Wamen Ekraf Irene juga turut hadir pada pembukaan Grand Plenary Session, pertemuan dengan Vice Minister of Creativity and The Orange Economy, Felipe Buitrago, serta pertemuan bersama Deputy Minister of The Moscow Government and General Director of the Agency for Creative Industries, Gyulnara Agamova. Kementerian Ekraf siap mengembangkan jejaring internasional dengan menciptakan peluang kolaborasi dari berbagai negara dan latar belakang sehingga menghasilkan terobosan inovatif untuk menghadapi dinamika industri kreatif global.
Kiagoos Irvan Faisal
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
