Jakarta, 4 Desember 2025 — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mendorong penguatan kolaborasi hexahelix dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor seni budaya, event, fesyen, merchandise, dan city branding sebagai penggerak kota berkelanjutan. Wamen Ekraf Irene juga mendorong generasi emas Indonesia perlu pembelajaran berbasis praktik yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menjadi Dosen Tamu dalam kegiatan Kuliah Umum bersama Universitas Prasetiya Mulya yang diselenggarakan di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Hal tersebut disampaikan Wamen Ekraf Irene dalam kegiatan Guest Lecture bersama Universitas Prasetiya Mulya yang diselenggarakan di Museum Bank Indonesia, Jakarta pada Kamis, 4 Desember 2025. Kegiatan bertema Bangun Kreasi Potensi Seni-Budaya & Event Berbasis Ekonomi Kreatif Menuju Kota Berkelanjutan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Branding dan S1 Event Universitas Prasetiya Mulya.
“Ini adalah bentuk nyata kolaborasi hexahelix antara pemerintah, akademisi, industri, komunitas, media, dan pengelola ruang budaya seperti museum. Mahasiswa adalah talenta muda yang menjadi bagian penting dari generasi emas Indonesia di sektor ekonomi kreatif,” ujar Wamen Ekraf Irene.
Wamen Ekraf Irene juga menegaskan pentingnya pengalaman praktik langsung bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja maupun wirausaha kreatif.
“Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya menguasai teori. Mereka harus mengalami langsung proses inkubasi, eksplorasi ide, hingga produksi agar siap bekerja sekaligus menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Ekraf Irene juga meninjau langsung berbagai produk karya mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya dari Program Studi S1 Branding dan S1 Event yang ditampilkan dalam bentuk merchandise, karya fesyen, serta produk kreatif pendukung aktivasi event, yang dikembangkan melalui kolaborasi pembelajaran berbasis praktik bersama Museum Bank Indonesia dan musisi The Overtunes. Kolaborasi ini menjadi contoh konkret sinergi antara ruang heritage, pelaku industri kreatif, dan dunia pendidikan dalam menghadirkan proses pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan nyata ekosistem ekonomi kreatif.
Wakil Rektor IV Universitas Prasetiya Mulya, Fathony Rahman, menyampaikan bahwa kurikulum di Prasetiya Mulya dirancang untuk mengaktifkan teori melalui proses inkubasi bisnis yang terstruktur.
“Kami membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis melalui pendekatan micro-credentials agar siap masuk industri sekaligus mampu membangun usaha sejak di bangku kuliah,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Program Studi Pariwisata Universitas Prasetiya Mulya, Irman Jayawardhana, menegaskan bahwa keunggulan pembelajaran di bidang branding dan event terletak pada pendekatan creating experience.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
“Mahasiswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi membangun pengalaman berbasis riset perilaku konsumen hingga experience design agar memiliki nilai tambah di industri kreatif,” jelasnya.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat integrasi antara kebijakan pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan ruang budaya dalam mendorong ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth menuju Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Kiagoos Irvan Faisal
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
