Jakarta, 14 Juli 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Pemerintah Kota Tomohon membahas penguatan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 sebagai upaya mengembangkan festival ini menjadi platform ekonomi kreatif berbasis florikultura dan kekayaan intelektual (IP) daerah. Langkah tersebut diharapkan memperkuat identitas Kota Tomohon sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi Wali Kota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
“Harapannya TIFF tidak sekadar menjadi festival, tetapi menjadi platform pengembangan ekonomi kreatif. Identitas festival perlu diperkuat melalui tema dan narasi yang khas sehingga memiliki karakter yang kuat dan mudah dikenali,” ujar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar saat menerima audiensi Wali Kota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (14/7).
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kota Tomohon mengundang Kementerian Ekraf untuk menghadiri sekaligus membuka TIFF 2026 yang akan berlangsung pada 7–12 Agustus 2026.
TIFF merupakan festival internasional yang telah diselenggarakan sejak 2008 dan menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara. Agenda utama festival meliputi Tournament of Flowers, Tomohon Flower Carnival, serta Tourism, Trade, Investment, and Floriculture Expo yang menghadirkan ruang promosi, pameran, dan business matching bagi pelaku ekonomi kreatif.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati, menambahkan bahwa kolaborasi dengan komunitas dan asosiasi desain perlu diperkuat untuk meningkatkan kualitas kurasi kendaraan hias sekaligus memperluas keterlibatan subsektor ekonomi kreatif, seperti fesyen, kriya, musik, dan seni pertunjukan. Pemanfaatan teknologi digital melalui QR Code dan sistem partisipasi pengunjung juga dinilai dapat meningkatkan pengalaman festival sekaligus mendukung evaluasi penyelenggaraan.
Selain TIFF 2026, Wamen Ekraf juga menyoroti potensi bunga krisan sebagai identitas ekonomi kreatif Kota Tomohon. Menurutnya, pengembangan produk turunan berbasis krisan, seperti teh, minyak esensial, maupun produk kreatif lainnya, dapat memperkuat ekosistem florikultura sekaligus menciptakan nilai tambah bagi petani, pelaku usaha, sektor perhotelan, restoran, hingga industri kreatif daerah.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif.
“TIFF kami selenggarakan untuk memperkenalkan Kota Tomohon sebagai kota bunga sekaligus membuka peluang investasi dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Seluruh bunga yang digunakan berasal dari petani Tomohon dan kendaraan hias dirancang oleh desainer serta dekorator lokal, sehingga festival ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif di Tomohon,” ujar Wali Kota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk.
Audiensi ini menjadi tindak lanjut pembahasan antara Kementerian Ekraf dan Pemerintah Kota Tomohon pada 14 April 2026, termasuk dalam mempersiapkan penyelenggaraan TIFF 2026. Melalui pembahasan tersebut, kedua pihak sepakat terus memperkuat koordinasi dalam pengembangan identitas festival, ekosistem ekonomi kreatif berbasis florikultura, serta promosi TIFF sebagai salah satu festival unggulan daerah yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
