Jakarta, 8 Oktober 2026 — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyambut positif rencana penyelenggaraan Tubaba Art Festival #10 di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, pada 7 November 2026. Kegiatan ini menjadi ruang interaksi antara seniman, masyarakat, dan pelaku ekonomi kreatif untuk mempertemukan gagasan, karya, serta potensi budaya lokal dalam satu ekosistem kreatif.
Wamen Ekraf Irene Umar menyambut positif penyelenggaraan Tubaba Art Festival #10 yang akan digelar pada 7 November 2026 di Tulang Bawang Barat, Lampung. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem seni dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, Jakarta (8/10/26).
“Festival seperti ini penting karena tumbuh dari potensi dan kekuatan komunitas di daerah, sekaligus membuka ruang bagi talenta ekonomi kreatif untuk berinteraksi, berkolaborasi, dan memperkenalkan karya kepada masyarakat yang lebih luas. Tubaba Art Festival dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif yang dimulai dari daerah,” ujar Wamen Ekraf, Irene Umar dalam audiensi bersama penyelenggara Tubaba Art Festival di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (8/10).
Tubaba Art Festival #10 merupakan festival yang menghadirkan ruang presentasi seni berbasis pendidikan emansipatif yang beririsan dengan pariwisata, ekonomi kreatif, dan kerja pemberdayaan ekonomi berbasis warga.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Diselenggarakan dalam satu hari, festival ini memiliki tiga program utama yakni Perayaan Kesadaran meliputi pelatihan intensif dengan pendekatan pedagogi emansipatif di mana peserta didik usia 7-18 tahun dengan menghasilkan karya berupa teater musikal, tari, musik, serta pameran seni rupa. Selanjutnya, Residensi Pulang ke Masa Depan, yakni program pengembangan karya dari seniman berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan riset, bekerja sama dengan warga dan menciptakan karya. Terakhir, Instalasi Ruang Publik, yaitu karya instalasi sebagai penanda utama diproduksi secara bersama oleh para arsitek dari seluruh Indonesia.
"Tubaba Art Festival menunjukkan bagaimana seni dapat menjadi titik temu bagi sektor pendidikan, pariwisata, arsitektur, dan ekonomi kreatif, serta melibatkan masyarakat dalam proses penciptaan karya. Model kolaborasi seperti ini perlu terus dikembangkan agar potensi lokal tidak hanya diolah menjadi suatu karya, tetapi dapat memberi nilai dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Wamen Ekraf.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
Sementara itu, Direktur Sekolah Tubaba Art Festival, Semi Ikra Anggara mengungkapkan, tujuan festival ini ialah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebudayaan Indonesia, khususnya Kabupaten Tulang Bawang melalui seni. Lalu, memperkuat ekosistem kebudayaan Kabupaten Tulang Bawang secara berkelanjutan serta memberikan ruang pendidikan karakter berbasis seni.
“Kita juga ingin menguatkan Kabupaten Tulang Bawang ini sebagai kota pariwisata berbasis nilai-nilai. Lalu menghubungkan ekonomi kreatif dan UMKM dengan pasar yang lebih luas. Dan tahun ini, kami akan menghadirkan Voice of Baceprot sebagai salah satu pengisi acara. Kita tahu karya mereka sudah dinikmati di berbagai negara, ” ujarnya.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
