Jakarta, 18 September 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/ Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, mengapresiasi Jakarta International Photo Festival (JIPFest) 2026 yang semakin mengukuhkan fotografi sebagai salah satu subsektor strategis dalam ekosistem kreatif. Irene juga menyebut JIPFest semakin mengenalkan Indonesia ke mata dunia.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (kiri), mengamati karya fotografi dalam pameran Jakarta International Photo Festival (JIPFest) 2026 di Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (18/09/2026).
“JIPFest menunjukkan bahwa subsektor fotografi bukan hanya tentang menghasilkan gambar, melainkan jejak nyata para fotografer membangun cerita, merekam perubahan, dan menghadirkan perspektif ketahanan Indonesia terhadap masyarakat global. Pemerintah terus memastikan talenta dari subsektor fotografi memiliki ruang untuk berkembang, berjejaring, dan berpartisipasi luas untuk mendapat akses dalam industri kreatif,” kata Wamenekraf dalam kunjungannya di JIPFest 2026, Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jumat, (18/9).
Berlangsung pada 11-20 September 2026, JIPFest mengangkat tema Resilience sebagai refleksi kemampuan manusia dan komunitas untuk bertahan, beradaptasi, serta membangun harapan di tengah berbagai perubahan. Pameran dengan spot estetik selama 10 hari tersebut menghadirkan lebih dari 50 proyek fotografi, instalasi, dan multimedia kolaborator dari 21 negara.
Sebanyak 52 fotografer, seniman, pembicara, dan praktisi lintas disiplin mengisi 29 rangkaian program menarik yang mengangkat berbagai cerita ke bingkai global mengenai kemampuan manusia untuk menghadapi ketidakpastian, beradaptasi terhadap perubahan, mempertahankan harapan, membangun solidaritas, serta menemukan cara baru untuk terus tumbuh. Dukungan Kementerian Ekraf terhadap JIPFest 2026 juga menjadi tindak lanjut dari agenda audiensi tanggal 4 Agustus 2026 lalu dalam mendorong fotografer lokal tembus pasar global.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
“Kami melihat JIPFest sebagai platform yang dapat mempertemukan berbagai elemen ekosistem ekonomi kreatif. Ke depan, kolaborasi dengan subsektor lain, perlu terus diperluas sehingga pengalaman publik semakin kuat sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi fotografer dan pekerja kreatif. Pemerintah ingin talenta ekraf tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan karya, tetapi juga memiliki akses terhadap pengetahuan, jejaring profesional, teknologi, dan akses pasar,” tutur Wamenekraf.
Data BPS periode Agustus 2025 mencatat bahwa subsektor fotografi menyerap 182.432 tenaga kerja. Menariknya, fotografi menjadi subsektor dengan proporsi pekerja Generasi Z tertinggi dalam ekonomi kreatif, yakni mencapai 37,69 persen. Data ini menunjukkan kuatnya keterlibatan generasi muda dalam perkembangan ekosistem fotografi Indonesia.
Melalui JIPFest Open Call 2026, kurator Chelsea Chua dari Singapura dan Yoppy Pieter dari Indonesia memilih 22 proyek fotografi dari 19 negara dengan total 408 proposal yang dikirimkan oleh praktisi dari 58 negara. Proyek-proyek terpilih memperlihatkan beragam pengalaman personal dan kolektif dalam menghadapi kondisi yang tidak pasti, sekaligus memperluas pemaknaan tentang resiliensi.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif
“Tidak hanya tentang ketangguhan untuk bertahan, karya-karya yang terkurasi juga berbicara tentang kemampuan untuk beradaptasi di tengah perubahan, memulihkan diri, dan terus tumbuh melalui berbagai tantangan,” ucap Yoppy Pieter sebagai kurator JIPFest 2026.
Rangkaian JIPFest 2026 memasuki fase puncak dengan penyelenggaraan Indonesia Photo Fair (IPF) pada 18–20 September 2026 di Galeri Emiria Soenassa dan Galeri S. Sudjojono, Taman Ismail Marzuki. Mengusung semangat Where Photography Meets Culture, Commerce, and Community, IPF mempertemukan fotografer, penerbit, kolektor, pejuang ekraf, komunitas, dan publik dalam ruang yang menghubungkan fotografi dengan kebudayaan maupun akses pasar.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif






