Bali, 26 Mei 2025 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar berdiskusi terkait isu strategis dan peluang kolaborasi dengan pegiat ekonomi kreatif di Bali. Wamenekraf Irene mendorong fokus para pegiat ekonomi kreatif di Bali mengoptimalkan keunikan Pulau Dewata melalui subsektor animasi.
Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf - Wamenekraf Irene Umar diskusi bareng pegiat ekonomi kreatif bali untuk kembangkan animasi agar naik kelas, Bali, Selasa (27/5/2025).
“Kegiatan diskusi ini jadi bisa melihat potensi IP (Intellectual Property) lokal apa saja yang ada di Bali dan kita harus tentukan arah yang dituju mau ke mana. Bagi saya, para pegiat ekraf di Bali harus fokus pada kekayaan intelektual yang mampu mengoptimalkan dan mempromosikan sesuatu yang unik dan khas Bali,” ucap Wamenekraf Irene dalam diskusi yang digelar di Bali Timbungan Resto, Kabupaten Badung, Bali pada Senin, 26 Mei 2025.
Dalam diskusi tersebut, Wamenekraf Irene juga optimistis Bali bisa bersaing ke kancah internasional melalui pemberdayaan talenta digital Indonesia seperti animator. Wamenekraf Irene mencontohkan film animasi seperti Jumbo yang sudah menjadi nomor 1 sebagai film paling laris yang menembus lebih dari 10 juta penonton di Indonesia.
Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf
“Banyak sesuatu yang simpel dari Jumbo bisa melekat ke anak-anak hingga dewasa, para animator di Bali bisa mengemas karya animasinya melalui konsep sederhana, tetapi dapat memberi pesan yang lebih kuat. Maka dari itu, film animasi bisa dinikmati beragam kalangan,” tambah Wamenekraf Irene.
Dalam diskusi itu, turut hadir perwakilan dari Brown Bag Films sebagai salah satu studio animasi yang sukses dan fokus pada kreativitas orisinal karyanya. Animasi yang sudah dihasilkan antara lain Sonic Boom (untuk Technicolor in US), Tomonews (Next Animation Studio Taiwan), Luna Petunia (untuk Brain Power Studio Canada), Vampirina (untuk Brown Bag Films Ireland), dan Petualangan Si Unyil (untuk PFN Indonesia).
Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf
“Kami butuh dukungan dari para stakeholder, termasuk Kementerian Ekonomi Kreatif. Untuk fase pertama, kami akan mengangkat tiga film animasi layar lebar bertema heroik, budaya, tradisi, dan pelestarian hewan. Setelah sebelumnya, kami juga pernah membuat wahana promosi bagi 10 destinasi pariwisata unggulan Indonesia dalam bentuk film pendek berdurasi 45 menit. Nantinya, film-film tersebut akan didistribusikan ke platform internasional seperti Netflix,” ungkap Sigit Eko Prabowo sebagai Executive and Business Strategy Manager Brown Bag Films.
Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf
Dalam kegiatan itu Wamenekraf Irene didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu. Selain itu hadir pula Anggota Komite II DPD RI Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya, Ketua Badan Kreatif Denpasar I Putu Yuliartha, Sekretaris Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia Provinsi Bali Edy Prabowo, Official Media Reporter CNN International, WarnerBros, Sarah Grace, dan 25 pegiat ekraf dari 7 subsektor seperti periklanan, animasi, televisi, gim, fesyen, kriya, dan seni rupa.
Reslyana Dwitasari
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
