Jakarta, 25 September 2026 – Kapal-kapal nelayan di Ternate disulap menjadi kanvas melalui tangan-tangan kreatif. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyebut pemanfaatan kreativitas itu semakin memperkuat identitas daerah sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi yang inklusif.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (kiri), membubuhkan tanda tangan saat menghadiri peresmian lukisan pada kapal nelayan di Pelabuhan Perikanan Bastiong, Ternate, Maluku Utara, Kamis (24/9/2026).
"Kapal yang biasanya hanya menjadi tempat orang pergi melaut dan menjadi bagian dari aktivitas nelayan, kini bisa menjadi sebuah papan cerita yang menceritakan kehidupan masyarakat Maluku Utara. Ketika kapal memiliki cerita, orang akan memiliki rasa ingin tahu dan melihat bahwa ada sesuatu yang spesial dari daerah ini," kata Wamen Ekraf saat menghadiri kegiatan peresmian lukisan pada kapal nelayan di Pelabuhan Perikanan Bastiong, Ternate, Maluku Utara, Kamis (24/9).
Goresan kuas seniman Erika Richardo bersama komunitas seniman lokal Maluku Utara menghiasi kapal-kapal nelayan dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-27 Provinsi Maluku Utara. Melalui medium kapal nelayan, para kreator memadukan subsektor seni rupa dan desain dengan mengilustrasikan ragam flora, rempah, hingga biota laut khas Maluku Utara sebagai bentuk storytelling visual.
Selain sektor maritim dan seni rupa, Wamen Ekraf juga menyoroti peluang besar pada subsektor kuliner dan kriya berbasis potensi alam lokal. Komoditas unggulan Maluku Utara seperti kelor dan kenari dinilai memiliki prospek cerah untuk dikembangkan menjadi produk ekraf bernilai tambah tinggi melalui sentuhan desain kemasan (packaging) dan narasi produk yang kuat.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf.
“Potensi Maluku Utara luar biasa besar. Di sini banyak daun kelor dan kenari yang di luar dikenal sebagai superfood dan sangat dicari. Yang perlu kita lakukan bersama adalah gotong royong dan berkolaborasi untuk meningkatkan packaging serta storytelling agar potensi ini dapat dikenal lebih luas, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga dunia,” jelas Irene.
Kementerian Ekraf berkomitmen untuk terus mengawal pengembangan ekosistem ekonomi kreatif daerah melalui sinergi yang melibatkan pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan media. Penguatan kapasitas kreator daerah dan pengembangan identitas lokal menjadi pilar penting dalam meningkatkan daya saing ekraf Indonesia di pasar internasional.
Melalui kunjungan kerja ini, Wamen Ekraf memastikan keberlanjutan pendampingan agar potensi seni rupa, pariwisata, dan produk lokal Maluku Utara terus berkembang secara eksponensial serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Kiagoos Irvan Faisal
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif







