Dunia terus bergerak cepat. Gaya hidup yang berubah, teknologi berkembang, dan manusia beradaptasi mengikuti arus perubahan. Di tengah arus itu, kreativitas muncul sebagai bahan bakar baru yang menghidupkan perekonomian. Dengan ragam budaya dan potensi talenta yang melimpah, Indonesia kini mulai melangkah menuju ekonomi yang digerakkan oleh inovasi dan ide. Budaya tak lagi sekadar warisan yang disimpan, melainkan menjadi sumber inspirasi yang dapat dikemas, dikembangkan, dan bernilai ekonomi tanpa kehilangan maknanya. Dalam peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional 2025, semangat momentum itu terlihat jelas melalui langkah ekonomi kreatif sebagai “the new engine of growth” bagi perekonomian Indonesia.
Baca Juga : Kementerian Ekraf Jadikan Semangat OktoberKreasi untuk Terus Tumbuh Berinovasi
Tumbuh dari Ide dan Kreativitas
Beberapa tahun terakhir, ekonomi kreatif terbukti menjadi salah satu sektor yang paling gesit menghadapi perubahan zaman dan mampu bertahan di tengah berbagai tantangan global. Banyak pelaku kreatif yang berhasil memanfaatkan ide dan teknologi untuk membuka peluang baru, mulai dari usaha kecil yang lahir di garasi rumah hingga industri besar yang menembus pasar global. Semangat berinovasi menjadi kunci utama yang membuat sektor ini terus berkembang.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Tak hanya sebagai peringatan tahunan, Hari Ekraf Nasional tahun ini menjadi momen refleksi atas perjalanan dan kemajuan ekonomi kreatif Indonesia. Sejak pandemi melanda beberapa tahun lalu, industri ini terbukti paling adaptif dan tangguh menghadapi krisis. Pelaku ekonomi kreatif mampu melihat peluang di tengah keterbatasan dengan menghadirkan inovasi digital dan menjalin kolaborasi lintas sektor. Dari situ, terlihat jelas bahwa ekonomi kreatif bukan hanya sumber pendapatan baru, tetapi juga bukti bahwa Indonesia mampu bertahan dan berkembang melalui kreativitas.
Kilas balik, penetapan Hari Ekraf Nasional tidak muncul begitu saja. Peringatan ini muncul dari kesadaran bahwa kreativitas punya peran besar dalam menggerakkan roda perekonomian nasional. Bermula di tahun 2022, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) mengusulkan kepada pemerintah melalui Kemenparekraf tentang pentingnya Hari Ekonomi Kreatif Nasional. Usulan diterima, dan pemerintah akhirnya menetapkan tanggal 24 Oktober sebagai Hari Ekonomi Kreatif Nasional. Sejak momen itu pula, semangat untuk membangun ekonomi berbasis inovasi dan ide semakin terasa kuat. Kini, setiap peringatan Hekrafnas seakan menjadi “panggung apresiasi” bagi jutaan pelaku kreatif di seluruh Indonesia yang terus membuktikan bahwa karya bisa menjadi sumber daya yang tak kalah berharga dibanding sumber alam.
Baca Juga : Kementerian Ekraf Gaungkan ‘Oktoberkreasi’ Sambut Hekrafnas 2025
Di tahun ini, Kementerian Ekonomi Kreatif mengusung kampanye “OktoberKreasi” untuk menyambut Hari Ekraf Nasional 2025. Kampanye ini bertujuan untuk mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.
Penggerak Ekonomi Kreatif
Beragam sektor seperti fashion, kuliner, kriya, game, aplikasi, musik dan film menjadi pendorong utama ekonomi kreatif Indonesia. Semua sektor ini punya potensi besar untuk mendorong ekspor, investasi, membuka lapangan kerja, serta kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Di sektor fashion misal, semakin banyak brand lokal bermunculan dengan desain orisinal yang memadukan nilai budaya dan sentuhan modern, bahkan mampu menembus pasar global. Di bidang kuliner, para pelaku usaha kini memanfaatkan teknologi digital, tampilan visual yang menarik, serta tren gaya hidup untuk memperluas pasar. Sektor kriya pun terus berkembang dengan menghadirkan karya-karya unik yang mencerminkan keberagaman budaya dan identitas daerah masing-masing.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Sementara itu, subsektor game dan aplikasi menjadi gambaran jelas terkait pesatnya perkembangan teknologi di ranah kreatif. Dari sinilah lahir banyak talenta muda yang berhasil menciptakan produk digital bernilai tinggi dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Tak kalah penting, industri film dan musik juga memberi kontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi kreatif. Melalui kreativitas para pelaku, karya-karya Indonesia kini semakin dikenal di mancanegara, sekaligus memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai wajah baru perekonomian Indonesia di kancah global.
Kreativitas sebagai Daya Saing Baru
Kreativitas kini menjadi sumber daya baru yang menentukan arah kemajuan Indonesia di tengah perubahan ekonomi yang semakin ketat. Indonesia tidak lagi hanya mengandalkan sumber daya alam ataupun industri berbasis produksi, tetapi mulai bertumpu pada inovasi kreatif yang diolah menjadi kekuatan ekonomi. Para pelaku ekonomi kreatif memanfaatkan konsep inovatif untuk menciptakan produk dan pengalaman yang unik, sekaligus memperkuat identitas nasional di pasar global. Kreativitas menghasilkan daya saing baru yang lebih berkelanjutan yang bergantung pada kemampuan manusia untuk berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan era.
Baca Juga : Kementerian Ekraf Ajak Masyarakat Ikut Ramaikan OktoBerkreasi
Creative Market: Ruang Ekspresi dan Kolaborasi
Dari konsep besar tentang daya saing, kreativitas kemudian hadir dalam bentuk nyata melalui berbagai kegiatan publik yang diselenggarakan oleh kementerian. Salah satunya adalah Jakarta Innovation Days 2025, bagian dari kampanye #OktoberKreasi. Dalam rangkaian program JID 2025, terdapat agenda Creative Market yang digelar di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor untuk menampilkan hasil karya dan ide inovatif mereka, sekaligus menunjukkan bukti nyata dukungan pemerintah terhadap tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.
Lebih dari sekadar ajang promosi, Creative Market menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, pelaku kreatif, dan masyarakat. Lokasinya yang berada di kawasan transportasi terintegrasi menjadikan kegiatan ini mudah dijangkau dan mampu menarik perhatian masyarakat yang melintas. Inisiatif ini sekaligus menunjukkan bagaimana ruang publik dapat bertransformasi menjadi pusat interaksi kreatif yang menghidupkan semangat ekonomi berbasis ide. Selain itu juga, masyarakat tidak hanya menikmati hasil karya, tetapi juga terlibat secara langsung dalam aktivitas kreatif yang meramaikan kampanye #OktoberKreasi dan menularkan energi positif dari semangat kolaborasi.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Perayaan Hari Ekraf Nasional 2025
Puncak perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional 2025 berlangsung meriah pada 24 Oktober 2025 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta. Acara yang digelar oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama beberapa mitra ini menjadi ajang pertemuan para pelaku kreatif, komunitas, media, dan masyarakat dalam merayakan semangat berinovasi. Suasana semakin hidup dengan adanya konser musik dan pertunjukan komedi yang berhasil menarik antusiasme pengunjung.
Selain itu, perayaan ini juga menghadirkan creative showcase yang menampilkan karya-karya inovatif dari pelaku muda di berbagai subsektor, seperti kriya maupun fashion. Kehadiran pelaku kreatif, komunitas, hingga media dalam satu ruang memperlihatkan kolaborasi “hexahelix” yang semakin memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
Baca Juga : Sambut Hekrafnas, Kementerian Ekraf Tegaskan The New Engine of Growth Tak Lagi Wacana
Perayaan Hari Ekraf Nasional 2025 tidak hanya sebagai momentum seremonial, tetapi menjadi panggung apresiasi bagi para pelaku ekonomi kreatif yang telah berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendorong kolaborasi bersama para pelaku kreatif untuk memperluas pasar dan mempercepat digitalisasi UMKM kreatif. Dengan keberagaman budaya dan potensi yang dimiliki, ekonomi kreatif tidak hanya sebagai pelengkap, melainkan cerminan arah baru ekonomi bangsa yang lahir dari ide, tumbuh dari kolaborasi, dan bergerak dengan kreativitas.
