My Art Studio, Ruang Kreatif Anak untuk Asah Bakat
Ada ruang kreatif dari karya anak-anak yang suka dengan seni rupa. Eksplorasi potensi bakat baru bisa tumbuh dengan membuat ruang kelas aktif dalam nuansa kreatif. Sebab kreativitas tak pernah kenal batas dan butuh pola pikir yang berbeda sebagai sumber kekuatan menghasilkan karya kreatif yang unik. My Art Studio menjadi ruang kreatif untuk berkarya yang berdiri sejak 8 Oktober 2023 di Batam.
My Art Studio sebagai sebuah ruang kreatif berbasis edukasi di Batam telah menggabungkan pikiran, ingatan, dan perasaan batin buat anak-anak berbakat. Studio ini punya prinsip fokus pada pengembangan kepribadian dan kreativitas anak melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang dapat bantu meningkatkan daya pikir dan mengingat kembali atas apa yang telah dilalui. Ini beri jalan bagi anak-anak untuk ungkapkan ekspresi atas perasaan atau batin yang dialami.
Setiap bulannya ada tema-tema yang ditentukan agar karya-karya rupa yang diciptakan anak-anak tersebut bersifat baru dan khas. Salah satu pendiri My Art Studio mengatakan edukasi subsektor ekonomi kreatif seni rupa harus dikenalkan sejak dini terhadap anak-anak supaya bisa bantu pengembangan kreativitas, imajinasi, dan keterampilan motorik halus.
“My Art Studio sebenarnya ruang atau tempat menanamkan jiwa seni dari usia 3-15 tahun yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak bisa ungkapkan perasaan dan pengalaman keseharian melalui seni rupa atau media gambar. Dengan harapan bisa memberi ruang kreatif bagi mereka yang suka gambar, mewarnai, atau justru ingin jadi pelukis,” jelas Dr. Sumantri.
My Art Studio bukan hanya mempersiapkan generasi baru, tetapi juga memberi ruang bagi anak untuk berkarya dan berkontribusi secara nyata di dunia kreatif. Kombinasi ini memungkinkan My Art Studio mengajarkan kepada anak-anak untuk mencintai keindahan, kerapian, dan keteraturan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak juga bakal terlihat berani untuk ekspresikan diri.
Berawal dari pengamatan mereka terhadap suatu hal, anak-anak bisa menghasilkan karya seni atas pengembangan imajinasi masing-masing. Sumantri berbagi cerita tentang tahapan bagi anak-anak yang ingin bergabung ke My Art Studio ini. “Untuk menumbuhkan rasa atau bakat kreativitas, setiap anak yang ingin masuk kelas ini harus melalui tahap free trial class. Nantinya, peserta tersebut akan dievaluasi dalam kluster dan orangtua diajak diskusi atau konseling terkait level atau kelas kreatif yang cocok bagi anaknya,” ujarnya yang sebelumnya pernah membangun DeART Institute sebagai konsultan manajemen bisnis dan sumber daya manusia.
Baca juga: Siaran pers: Wamenekraf Apresiasi ‘Untold Stories’, Harap Seni Jadi Pemicu Ekraf
Bila anak sudah tertarik dengan seni rupa dan orangtua sudah mampu melihat potensi besar dari anaknya, maka ada 3 program yang bisa dipilih. Pertama, Children Creativity Development Course (CCDC) untuk anak usia 3-7 tahun yang fokus pada kegiatan menyenangkan untuk bangkitkan kreativitas anak. Kedua, Children Graphic Course (CGC) untuk anak usia 8-12 tahun yang fokus pada keterampilan seni rupa yang lebih menarik dan efek media campuran untuk pengembangan marble art, bubble print art, scratching effect, dan pengenalan ragam bentuk serta efek warna lain. Ketiga, Children Fine Art untuk anak usia 10-15 tahun yang fokus pada materi, teknik, dan keterampilan menggambar baru untuk eksplorasi berbagai bahan seni seperti cat akrilik, arang, pastel lembut, dan pensil warna.
Metode pengajaran yang dianut My Art Studio yaitu konsep story telling. Berarti, menumbuhkan jiwa kreatif bukan harus selalu memberi contoh. Awal kelas, anak-anak akan diajak nonton video bareng bersama. Setelah itu mereka diminta berimajinasi sendiri atas visual apa yang ingin ditulis dan diwarnai. Tak serta merta, instruktur menyiapkan template mewarnai atau contekan contoh gambarnya. Bahkan setelah mewarnai, mereka juga harus menjelaskan kembali kepada teman-temannya. Dari sini, anak-anak bisa menemukan keunikan sudut pandang yang menciptakan kesempatan baru untuk karya-karya selanjutnya.
“Pengembangan ruang kreatif di dalam kelas juga menyasar tak hanya sebatas kognitif saja justru lebih ke afektif. Malah psikologi kreativitas yang memaksa anak-anak itu terbiasa berimajinasi sehingga punya sense of creativity yang tinggi. Mereka tak hanya dituntun secara kognitif, tetapi juga melakukan analisa secara sistematis dan berinteraksi dengan teman-teman lain,” tambah Sumantri.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi anak-anak biasanya saat mereka tidak konsentrasi sehingga daya nalarnya menjadi tidak fokus untuk berimajinasi.
“Sebagian dari anak-anak yang berkarya disini kadang masih bingung mau gambar atau mewarnai hal apa. Karena itu, Kami bantu gali imajinasi anak tersebut supaya potensi terus tumbuh dan menjadikan My Art Studio sebagai ruang kreatif bagi anak-anak yang nyaman dan aman,” kata Dian selaku pengajar sekaligus manajer My Art Studio Batam.
My Art Studio hadir sebagai ruang kreatif bagi anak-anak yang tak hanya sekadar menghasilkan karya seni tetapi juga saling memberi apresiasi atau dukungan satu sama lain. Kini, My Art Studio telah berkembang untuk terus mengirimkan karya-karya mereka ke tingkat internasional dalam kompetisi bertajuk Golden Bear Award. Setelah dikurasi setiap bulan, My Art Studio biasa mengirimkan karya-karya seni rupa dari anak-anak tersebut untuk bersaing dengan anak-anak lain dari Malaysia, Taiwan, dan London.
My Art Studio pun aktif memajang hasil karya bulanan untuk menemukan anak yang paling berbakat. Gambar yang memukau dari anak-anak tersebut terasa lebih personal dan beragam. Ini sebagai wujud komitmen My Art Studio yang mampu bangun sistem edukasi seni rupa nan solid. Setiap program disesuaikan dengan pengembangan keterampilan dan eksplorasi kreativitas melalui pendekatan khusus bagi tiap anak-anak berbakat sehingga menganggap seni itu bagian dari proses yang menyenangkan. Salam kreatif!


