Ketika Perjalanan Indonesia Dihidupkan dalam Immersive Show di Malam Merdeka
Malam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Monas dan Bundaran Hotel Indonesia (HI) tidak hanya menghadirkan panggung pertunjukan dan keramaian warga. Tahun ini, ruang publik di jantung Jakarta ‘disulap’ menjadi pengalaman visual yang mengajak masyarakat menelusuri perjalanan Indonesia melalui teknologi immersive show. Cahaya, gambar, suara, dan interaksi digital berpadu membawa cerita tentang perjuangan bangsa dari masa sebelum kemerdekaan hingga cita-cita menuju Indonesia Emas.
Di Monas, pengalaman tersebut hadir di tiga titik dengan tiga tema besar: Pra-Kemerdekaan, Momentum Kemerdekaan, serta Semangat Kemerdekaan ke-81 Menuju Indonesia Emas 2025 yang divisualisasikan melalui sejumlah Program Prioritas Nasional. Ketiga ruang tersebut dirancang bukan sekadar untuk dilihat, tetapi untuk memberikan pengalaman yang lebih dekat kepada pengunjung. Sejarah dan semangat kebangsaan dikemas melalui medium yang akrab dengan generasi digital.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
Pengalaman interaktif itu diperkuat dengan wishing wall yang mengajak masyarakat menuangkan harapan dan refleksi melalui tiga tema, yakni "Aku dan Indonesia", "Harapanku untuk Indonesia", dan "Bangga Menjadi Orang Indonesia". Berbagai elemen teknologi hadir di dalamnya, mulai dari video interaktif, image generator, lorong waktu, Totem Garuda, hingga LED strip. Masyarakat tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari cerita yang dibangun dalam ruang tersebut.
Konsep serupa juga bergerak ke kawasan Bundaran HI. Di jalur pedestrian sekitar Kempinski, masyarakat diajak melihat berbagai milestones Presiden Indonesia yang divisualisasikan dalam bentuk pengalaman imersif. Perjalanan tersebut kemudian berlanjut pada perwujudan semangat Bhinneka Tunggal Ika hingga Ruang Kreatif Indonesia di pedestrian Plaza Indonesia. Setiap titik memiliki pendekatan visual yang berbeda, tetapi berada dalam satu benang merah: Indonesia yang terus bergerak melalui sejarah, keberagaman, teknologi, dan kreativitas.
Baca Juga: Panggung Besar untuk IP Lokal di HUT ke-80 Republik Indonesia
Ruang Kreatif Indonesia menjadi salah satu titik yang memperlihatkan bagaimana teknologi dapat diterjemahkan menjadi pengalaman publik. Ruang ini menggambarkan Indonesia sebagai bangsa yang bergerak maju melalui perkembangan teknologi dan kreativitas generasi muda. Sensor interaktif yang terpasang memungkinkan objek berbeda tampil di bagian atap ketika masyarakat melintas. Gerakan sederhana pengunjung pun menjadi pemicu munculnya visual, menciptakan hubungan langsung antara manusia, ruang, dan teknologi.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
LZY Hadirkan Pengalaman Baru lewat Immersive Show
Bagi LZY, studio yang mengembangkan teknologi imersif dan interaktif sekaligus memproduksi konten visual, teknologi tersebut bukan sekadar ornamen. LZY menangani berbagai tahapan produksi, mulai dari konsultasi, perencanaan, setup, pengadaan hingga eksekusi, untuk proyek berskala nasional maupun internasional. Salah seorang kreator, Edo, menjelaskan bahwa teknologi imersif dipilih karena mampu memberikan pengalaman yang lebih mendalam kepada audiens.
"Immersive dibuat karena merupakan salah satu teknologi yang sedang hype. Imersif dapat membawa pengalaman audiens lebih dalam konsep show atau acara," ujarnya.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Melukis, Perjalanan Seniman Membangun Karier dan Jaringan
Untuk perayaan kemerdekaan kali ini, teknologi tersebut digunakan untuk menerjemahkan perjalanan panjang bangsa ke dalam pengalaman visual. Konsep immersive show dalam Malam Merdeka HUT RI ke-81 membawa semangat nasionalisme melalui tiga fase, yakni masa pra-kemerdekaan, masa kemerdekaan, hingga perjalanan Indonesia pada usia 81 tahun. Setiap fase menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan akhir dari perjuangan, melainkan energi untuk melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera.
Teknologi kemudian dipertemukan dengan kekayaan budaya Indonesia. "Kami memaknai hari kemerdekaan dengan inovasi dan kolaborasi, maka dari itu kami mengangkat teknologi imersif dan interaktif dengan budaya Indonesia, khususnya tema Wastra Nusantara ini," ujar tim kreator.
Wastra Nusantara yang beragam menjadi bagian dari bahasa visual yang digunakan, berdampingan dengan nilai-nilai nasionalisme, kisah para pahlawan, budaya, serta berbagai lokasi yang dikenal masyarakat Indonesia.
Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf
Immersive Show Malam Merdeka: Contoh Ruang Publik Jadi Medium Bercerita
Di balik pertunjukan yang tampak berlangsung sekejap, proses produksinya berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Sejak awal Agustus, tim mulai menentukan teknologi imersif dan bentuk interaksi yang paling sesuai dengan karakter setiap area dan pola pergerakan audiens. Setelah itu, proses berlanjut pada produksi berbagai konten alternatif, mulai dari visual milestone Presiden Republik Indonesia, nilai-nilai nasionalisme, Wastra Nusantara, tokoh-tokoh pahlawan, hingga kekayaan budaya dan lokasi ikonik Indonesia.
Baca Juga: Pelangi di Mars, saat Teknologi Hollywood Hadir di Film Animasi Indonesia
Pada akhirnya, immersive show dalam Malam Merdeka menjadi contoh bagaimana ruang publik dapat diubah menjadi medium bercerita yang mempertemukan sejarah, teknologi, budaya, dan kreativitas. Monas dan Bundaran HI tidak hanya menjadi tempat masyarakat merayakan kemerdekaan, tetapi juga ruang untuk mengalami kembali perjalanan Indonesia dengan cara yang lebih dekat dengan zaman. Dari teknologi interaktif hingga visual Wastra Nusantara, semangat kemerdekaan diterjemahkan ke dalam bahasa baru yang dapat dinikmati lintas generasi.
"Harapan kami, Indonesia tumbuh menjadi negara yang kuat melalui inovasi dan kolaborasi bersama."


