Di Balik Anomali TOV: Ketika Riset dan Strategi Menjadi "Panglima" di Industri Kreatif

Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf RI
Kamis, 17 September 2026
0
0

Di tengah ekosistem industri agensi periklanan yang selama ini diagungkan lewat visual yang megah, gemerlapnya produksi video dan ingar-bingar eksekusi kreatif di permukaan, sebuah gebrakan lahir pada tahun 2021. Bernama TOV (Think Of View), agensi strategi ini berdiri bukan sebagai pengikut arus utama, melainkan sebagai sebuah anomali yang sengaja diciptakan untuk pendekatan yang berbeda dengan fokus pada riset dan strategi.

Lahirnya TOV tidak lepas dari rekam jejak Maria Angelica, yang sebelumnya malang melintang di industri periklanan dan menjabat sebagai Strategy Director sejak tahun 2019. Berkat visi dari Ivan Hadiwibowo (Group CEO of Future Creative Network), Maria didorong untuk keluar dari zona nyaman dan mendirikan perusahaan dengan brand strategy dan data intelligence sebagai service utama. Maria menyadari sebuah celah besar di industri: kemunculan agensi dan butik kreatif yang semakin banyak dengan mengedepankan eksekusi sebagai nilai jual yang utama adalah peluang bagi TOV Yang kuat di fondasi strategi.

Baca Juga : Kemenekraf Gandeng Tiga Asosiasi Perkuat Ekosistem Periklanan

"Banyaknya agency lokal yang bermunculan dan konten creator di media sosial akan membuat produk kreatif semakin lama menjadi produk komoditas. Persaingan semakin ketat, nIlai sebuah ide akan semakin turun dan eksekusi implementasi akan semakin mudah. Memiliki landasan yang kuat untuk sebuah brand semakin critical. Di sinilah gw yakin bahwa fondasi strategy akan semakin valuable untuk menentukan arah brand kemana terlepas dari banyaknya format eksekusi materi marketing dan komunikasi brand saat ini." ungkap Maria.


Dok. Think Of View

Namun, membangun agensi berbasis pure strategy tentu bukan perkara mudah. Tantangan terbesar yang langsung menempeleng Maria di awal pendirian TOV adalah pain point dalam menjual strategi murni. Kecenderungan klien di pasar adalah mencari bentuk fisik atau tangible output yang bisa langsung dilihat, seperti logo, desain kemasan, atau identitas visual. Kecenderungan klien di pasar Indonesia adalah mencari bentuk fisik atau tangible output yang bisa langsung dilihat, seperti logo, desain kemasan, atau identitas visual. Menjual lembaran pemikiran strategis di atas kertas sering kali menghasilkan penawaran harga lebih rendah dari yang seharusnya.

Baca Juga : Realisasikan MoU, Kemenekraf dan P3I Perkuat Ekosistem Periklanan Indonesia

Realitas bisnis pun berbicara. Pada fase awal tahun 2021 hingga 2023, volume bisnis TOV sangat ditopang proyek internal FCN dengan menyumbang sekitar 60 hingga 70 persen pemasukan. Sementara sisanya didapatkan dari klien eksternal, seperti brand-brand kecantikan ternama seperti Scarlett Whitening dan White Lab.

Tidak ingin terjebak dalam model bisnis yang kaku, Maria melakukan pivot dan menciptakan inovasi secara agresif. Ia mulai merombak struktur layanan TOV menjadi beberapa pilar pendapatan (revenue stream):

Divisi Riset Independen: Merekrut senior researcher berpengalaman agar data riset pasar dapat berdiri sendiri sebagai produk yang bernilai tinggi.

Corporate Training & Upskilling: Mengadakan program pelatihan strategis mendalam bagi korporasi besar—seperti Sinar Mas—yang dilengkapi dengan sesi mentoring intensif pasca-workshop.


Dok. Think Of View

End-to-End Brand Positioning Strategy & Identity System: Memaketkan strategi merek secara menyeluruh dengan pembangunan identitas visual hingga rancangan store experience, sehingga klien tetap mendapatkan tangible output yang berbobot.

Baca Juga : Kementerian Ekraf dan P3I Gelar Advertising Camp 2025, Siapkan Talenta Muda Periklanan

Dalam perjalanannya, Maria sempat memiliki business partner namun perbedaan visi membuat kerja sama tersebut harus usai. Maria kemudian mengajak Yulita Alvernia bergabung yang merupakan seorang praktisi brand strategis yang memiliki skill dan kompetensi lebih versatile dengan pengalaman kurang lebih 13 tahun di agensi multinasional dan perusahaan start-up seperti Grab.

Bagi Maria dan timnya, strategi bukan sekadar dokumen tebal pengisi rak buku, melainkan kompas mutlak yang menentukan hidup-mati sebuah merek di tengah persaingan pasar yang kejam.

icon survey ekraf
avatar emika